Seorang lelaki tua berlari-lari sepanjang jalan Pemuda di tengah hari bolong di bawah terik matahari yang membakar kota Jakarta. Peluh mengalir membanjiri sekujur tubuhnya. Sebuah tas kecil menggantung di pundaknya yang kurus. Tangan kirinya memegang sangkar berselubung kain hitam tipis. Tangan kanannya melambai-lambai ke udara, dan mulut keriputnya berteriak-teriak parau memanggil seekor burung perkutut yang terbang rendah melewati semrawutnya kabel-kabel telepon, pohon-pohon, dan atap-atap bangunan. "Kyai, Kyai, turun Kyai!".
Sabtu, 17 Oktober 2009
Kukila, sebuah Analisis Struktural cerpen
Cerita dari http://www.blogcatalog.com
Seorang lelaki tua berlari-lari sepanjang jalan Pemuda di tengah hari bolong di bawah terik matahari yang membakar kota Jakarta. Peluh mengalir membanjiri sekujur tubuhnya. Sebuah tas kecil menggantung di pundaknya yang kurus. Tangan kirinya memegang sangkar berselubung kain hitam tipis. Tangan kanannya melambai-lambai ke udara, dan mulut keriputnya berteriak-teriak parau memanggil seekor burung perkutut yang terbang rendah melewati semrawutnya kabel-kabel telepon, pohon-pohon, dan atap-atap bangunan. "Kyai, Kyai, turun Kyai!".
Seorang lelaki tua berlari-lari sepanjang jalan Pemuda di tengah hari bolong di bawah terik matahari yang membakar kota Jakarta. Peluh mengalir membanjiri sekujur tubuhnya. Sebuah tas kecil menggantung di pundaknya yang kurus. Tangan kirinya memegang sangkar berselubung kain hitam tipis. Tangan kanannya melambai-lambai ke udara, dan mulut keriputnya berteriak-teriak parau memanggil seekor burung perkutut yang terbang rendah melewati semrawutnya kabel-kabel telepon, pohon-pohon, dan atap-atap bangunan. "Kyai, Kyai, turun Kyai!".
Jumat, 16 Oktober 2009
Membeli Laki-Laki, Sebuah Analisis Struktural Cerpen
Membeli Laki-Laki Karya Yoli Hemdi
I. Ringkasan Cerita.
Imai seorang wanita lajang berusia 35 tahun. Dia jatuh cinta dengan seorang laki-laki muda dan sarjana, Ramang. Tetapi adat mereka mengharuskan seorang wanita memberikan uang jemputan (adat di Minangkabau, yang mengharuskan keluarga perempuan menyerahkan sejumlah uang atau barang berharga pada keluarga laki-laki). Dan uang yag dipatok oleh Pak Sati,
I. Ringkasan Cerita.
Imai seorang wanita lajang berusia 35 tahun. Dia jatuh cinta dengan seorang laki-laki muda dan sarjana, Ramang. Tetapi adat mereka mengharuskan seorang wanita memberikan uang jemputan (adat di Minangkabau, yang mengharuskan keluarga perempuan menyerahkan sejumlah uang atau barang berharga pada keluarga laki-laki). Dan uang yag dipatok oleh Pak Sati,
Label:
alur,
penokohan,
plot,
sudut pandang,
unsur intrinsik cerpen
Kamis, 15 Oktober 2009
Surat Kepada Tuhan, sebuah Analisis Puisi
Surat kepada Tuhan (2)
Karya Ismet N.M. Haris
Han…,
Seperti pernah kubilang
Aku hidup tanpa
Karya Ismet N.M. Haris
Han…,
Seperti pernah kubilang
Aku hidup tanpa
JENIS KARANGAN DAN LANGKAH-LANGKAH MENGARANG
JENIS KARANGAN:
Deskripsi
Narasi
Eksposisi
Argumentasi
Persuasi
1. DESKRIPSI:
Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Contoh deskripsi berisi fakta:
Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna.
Label:
argumentasi,
deskripsi,
eksposisi,
jenis karangan,
narasi
Kamis, 24 September 2009
Tasyabuh
“ Telah menyampaikan berita kepada kami Utsman bin Abi Syaibah ( yang dia menyatakan bahwa ) Abu an Nadlri telah menyampaikan berita kepada kami ( yang dia memyatakan bahwa ) Abdurrahman bin Tsabit telah manyampaikan berita kepada kami ( yang dia menyatakan bahwa ) Hassan bun ‘Atiyah telah menyampaikan berita kapada kami ( berita itu bersal ) dari Abu Munib al Jurasyi, ( berita itu berasal ) dari Ibnu Umar berkata : “ bersabda Rasulullah SAW barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka “ ( HR. Abu Dawud )
Islam adalah penyerahan total kepada Alloh sehingga
Langganan:
Postingan (Atom)