<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173</id><updated>2011-10-06T01:14:10.741-07:00</updated><category term='analisis puisi'/><category term='dasyat'/><category term='trafik'/><category term='plot'/><category term='stop'/><category term='psikoanalisa'/><category term='jenis karangan'/><category term='bahterasia'/><category term='eksposisi'/><category term='bahasa'/><category term='narasi'/><category term='joko susilo'/><category term='deskripsi'/><category term='seo'/><category term='dreaming'/><category term='sastra khayalan'/><category term='action'/><category term='start'/><category term='tokoh'/><category term='psikologi sastra'/><category term='kontes'/><category term='mlm'/><category term='apresiasi sastra'/><category term='sudut pandang'/><category term='kesepertihidupan'/><category term='indonesia'/><category term='penokohan'/><category term='alur'/><category term='unsur intrinsik cerpen'/><category term='argumentasi'/><category term='sastra'/><title type='text'>bahterasia</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-5766406671196084695</id><published>2010-08-10T23:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T23:06:01.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='apresiasi sastra'/><title type='text'>Apresiasi Sastra</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana telah banyak diketahui orang, bahwa sastra merupakan sarana yang sangat efektif untuk menanamkan nilai-nilai kepribadian pada seseorang tanpa harus menggurui. Hal ini disebabkan karena sebagai karya sastra merupakan karya imajinatif yang unsur estetiknya menonjol. Selain itu dulce et utile yang merupakan fungsi sastra menegaskan bahwa karya sastra selain bernilai menghibur, dia juga menawarkan berbagai pengalaman hidup yang akan sangat bermanfaat bagi para pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akan tetapi, semua fungsi dan hakikat sastra itu tidak akan kita dapatkan tanpa kita berusaha mengenal dan memahami sastra itu sendiri. Inilah pentingnya mengapresiasi karya sastra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Apresiasi sastra sebagaimana yang dikatakan S. Effendi merupakan kegiatan menggauli karya sastra dengan sungguh-sungguh sehingga timbul pengertian, pemahaman, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengertian tersebut di atas mengindikasikan bahwa untuk bisa melakukan apresiasi, ada beberapa langkah yang harus ditempuh seseorang sebagaimana yang dikatakan pula oleh Efendi dan kawan-kawannya, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pengenalan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pemahaman&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penghayatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Penikamatan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;penerapan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karenanya, telaah terhadap karya sastra untuk mendapatkan manfaat dari sebuah karya sastra menjadi suatu yang tidak boleh ditinggalkan. Telaah inilah yang diharapkan mampu memberikan ajaran (to teach) dan memberikan kenikmatan (to delight)&amp;nbsp; bagi pembaca, sebagaimana yang dikatakakan oleh Philip Sidney berkaitan dengan fungsi telaah sastra. Sementara itu McKeon menambahkan bahwa fungsi telaah sastra diharapkan mampu memberikan kepuasan (cheers) dan kekaguman (applause) bagi pembaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk bisa mendapatkan fungsi-fungsi tersebut, seorang penelaah sastra, dalam penelaahannya, bisa menggunakan beberapa pendekatan. Abrams mengatakan minimal ada 4 pendekatan yang bisa digunakan untuk menelaah sastra, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendekatan objektif. Sebuah pendekatan yang mencoba melihat karya sastra dari unsur-unsur pembagunnya baik intrinsik maupun ekstrinsik. Dalam pendekatan ini diasumsikan bahwa karya sastra adalah sebuah karya seni yang mempunyai otonomi tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendekatan universal (kesemestaan). Pendekakatan ini bertolak dari asumsi bahwa karya sastra itu merupakan hasil dari peniruan terhadap kehidupan. Sehingga kehadiran&amp;nbsp; karya sastra merupakan cermin dari kehidupan yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendekatan pragmatig (resepsi), pendekata ini menekankan tanggapan pembaca terhadap sebuah karya sastra. Dalam pendekatan ini, pembaca menjadi sumber informasi yang penting.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pendekatan ekspresif, yaitu sebuah pendekatan yang menitikbneratkan kepada pengarang sebagai pencipta sastra .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun dalam penelaahan karya sastra terdapat 4 pendekatan, sebagaimana tersebut di atas, namun dalam kenyataannya untuk mendapatkan keutuhan makna sebuah karya sastra, keempat pendekatan tersebut tidak boleh dipisah-pisahkan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-5766406671196084695?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/5766406671196084695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2010/08/apresiasi-sastra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/5766406671196084695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/5766406671196084695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2010/08/apresiasi-sastra.html' title='Apresiasi Sastra'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-2180314157810670708</id><published>2010-08-10T22:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T22:32:41.544-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis puisi'/><title type='text'>Mencari Makna dalam untaian Kata (Sebuah Analisis Puisi)</title><content type='html'>Apa yang akan Anda rasakan manakala ada seorang atau sekelompok orang yang Anda harapkan uluran tangan dan bantuannya tetapi ternyata dia justru berkeinginan menghancurkan angan-angan dan impian Anda? Kecewa dan putus asa, mungkin demikian yang akan kita rasakan atau bahkan lebih dari itu ? &lt;br /&gt;Inilah yang akan diungkapkan oleh penyair. Kekecewaan dan kesedihan yang amat sangat yang dialami oleh masyarakat grass road karena seseorang atau sekelompok orang  yang diharapkan mau dan bisa membantunya dalam mencapai angan dan cita-citanya yang sangat tinggi tetapi justru merekalah yang menghancurkan dan mengandaskan harapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita simak puisinya:&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad-jasad&lt;br /&gt;(dari Pacitan ’84)&lt;br /&gt;Karya Sucinari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung mimpiku menyambar kepala halilintar&lt;br /&gt;Jasad-jasad tidur terkapar&lt;br /&gt;Di bawah jembatanku kepalaku terbangun&lt;br /&gt;Merintih.&lt;br /&gt;Minta secuil dari mimpiku yang berakar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi termangu karena jutaan yang dipandangnya padam&lt;br /&gt;Tenggelam dalam gemuruh lautnya yang kecil&lt;br /&gt;Sedang bulan yang mau dipeluk&lt;br /&gt;Jadi merah darah&lt;br /&gt;Menyeringai benci&lt;br /&gt;Mau menelan tubuh keringnya bulat-bulat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh&lt;br /&gt;Coba renungkan sesaat tuan&lt;br /&gt;Adakah yang lebih hina dari kekalahan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tinggal sajak-sajak sampah&lt;br /&gt;Yang mau menemani dan menyelimuti setiap tidurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis unsur intrinsik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan kata dalam sebuah puisi (diksi) sangat menentukan keberhasilan penyampaian pesan dan amanat sebuah puisi. Karenanya dalam menentukan kata yang digunakannya sang penyair sangat jeli dalam memilihnya. Misalnya kata jasad. Sinonim dari jasad antara lain tubuh atau badan. Tetapi sang penyair lebih memilih kata jasad daripada kata tubuh atau badan. Mengapa?&lt;br /&gt;Untuk melihat perbedaan kedalaman makna dan kesesuainan pemilihan kata jasad daripada badan atau tubuh kita lihat tiga kalimat berikut.&lt;br /&gt;a. Polisi itu menemukan jasadnya di selokan.&lt;br /&gt;b. Gerak tubuh penari ronggeng itu sangat memukau penonton.Bandingkan jika kata tubuh diganti dengan jasad sehingga kalimatnya menjadi ‘Gerak jasad penari ronggeng itu sangat memukau penonton’.&lt;br /&gt;c. Ia membersihkan badannya dengan sabun. Bandingkan jika kata badan diganti dengan jasad sehingga kalimatnya menjadi ‘Ia membersihkan jasad dengan sabun’ &lt;br /&gt;Tentu kita merasa bahwa penggunaan kata jasad dalam kalimat yang tercetak miring sangat atau kurang pas. Sekalipun kata itu bersinonim tetapi tidak bisa saling menggantikan karena ada tersirat makna konotasi dalam kata jasad, seperti halnya pada kata mati, mampus, dan gugur meskipun bersinonim tetapi kata-kata tersebut tidak bisa saling menggantikan. Kita tidak akan pernah mengatakan ‘Bapak presiden mampus kemarin pagi’Atau ‘Kucing saya gugur tertabrak mobil’&lt;br /&gt;Kata jasad lebih menunjuk kepada makna sesosok tubuh atau badan yang telah mati dan tiada harga. &lt;br /&gt;Demikianlah penyair ingin menekankan betapa para gelandangan itu sering tidak dianggap manusia sehingga mereka sering tidak dipedulikan padahal mereka juga manusia yang justru sangat membutuhkan kepedulian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan gelandangan itu bisa kita dapatkan dari baris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad-jasad tidur terkapar&lt;br /&gt;Di bawah jembatanku kepalaku terbangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi meskipun dia gelandangan dia punya cita-cita dan harapan sangat tinggi, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung mimpiku menyambar kepala halilintar&lt;br /&gt;Jasad-jasad tidur terkapar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai irama yang serasi penulis menggunakan kata halilintar yang bersinonim dengan kata guruh atau petir, karena kata halilintar lebih dekat iramanya dengan kata menyambar dan terkapar. Sehingga bisa kita katakan kata halilintar dipilih lebih disebabkan karena tujuan mewujudkan rima atau irama.&lt;br /&gt;Kita semua tahu bahwa halilintar tempatnya di atas, demikian juga kepala. Dan yang disambar mimpi (ungkapan dari cita-citanya) penyair adalah kepala halilintar, bukan tubuh atau kakinya. Ini mengisyaratkan kepada kita bahwa penyair mempunyai cita dan angan-angan yang sangat  tinggi, cita-citanya sampai menyambar halilintar (sesuatu yang berada di atas) dan yang disambar bagian paling atas dari yang ada di atas tersebut yaitu kepalanya bukan tubuh atau kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi dia menyadari (di awah jembatan kepalaku terbangun)bahwa dirinya hanyalah seorang gelandangan, mustahil akan mampu mewujudkan impiannya yang sangat tinggi tersebut. Meskipun demikian ia tetap optimis kalau tidak bisa mewujudkan semua mimpinya pasti ada orang ( dalam puisi tersebut orang atau sekelompok orang dilambangkan dengan kata  bulan dan bintang )  bisa membantu mewujudkan mimpinya walau hanya sedikit dari cita-citanya yang akan dibantu oleh orang lain atau sekelompok orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merintih &lt;br /&gt;Minta secuil dari mimpiku yang berakar’ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi alangkah kecewanya ia (mlengak) begitu mengetahui orang yang diharapkan bantuannya justru akan menghancurkan semua cita-citanya. Ingin membinasakannya dengan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi termangu karena jutaan bitang yang dipandangnya padam&lt;br /&gt;Tenggelam dalam gemuruh lautnya yang kecil&lt;br /&gt;Sedang bulan yang mau dipeluk&lt;br /&gt;Jadi merah darah&lt;br /&gt;Menyeringai benci&lt;br /&gt;Mau menelan tubuh keringnya bulat-bulat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan dan bintang di malam hari adalah penerang. Bahkan ia sering dijadikan penunjuk arah oleh sebagian manusia misalnya nelayan. Pun bintang dan bulan sering dirindukan kehadirannya oleh semua orang. Kegelapan malam menjadi tersibak dengan munculnya cahaya bulan menyejukkan dan tiada rasa panas. Atau gulitanya malam juga akan tersingkap dengan munculnya berjuta-juta bintang di angkasa laksana jutaan permata yang selalu memancarkan kedipan sinarnya saling bergantian.&lt;br /&gt;Tetapi coba banyangkan jika warna cahaya bulan dan bintang yang menyejukkan tersebut tiba-tiba berubah menjadi merah darah bahkan disertai dengan seringaian dan kemarahan. Tentu malapetaka dan ancaman bahaya yang akan kita rasakan.&lt;br /&gt;Dalam puisi di atas penyair berusaha mengoptimalkan seluruh indera kita agar kita sebagai pembaca merasa benar-benar mengalami dan melihat sendiri kejadian yang menimpa para grass road. Citraan visual atau indera penglihatan kita disentuh agar melihat langssung warna bulan yang tiba-tiba merah darah dan menyeringai benci. Demikian juga indera pendengaran kita tersentak ketika membaca &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi termangu karena jutaan yang dipandangnya padam&lt;br /&gt;Tenggelam dalam gemuruh lautnya yang kecil (citraan audio/ pendengaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang bulan yang mau dipeluk&lt;br /&gt;Jadi merah darah&lt;br /&gt;Menyeringai benci&lt;br /&gt;Mau menelan tubuh keringnya bulat-bulat (Citraan visual/ penglihatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diapun pasrah dan merasa kalah dalam kehidupan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba renungkan sesaat tuan&lt;br /&gt;Adakah yang lebih hina dari kekalahan hidup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada teman dalam kehidupannya selain cacian dan cemoohan (sajak-sajak sampah/ kata-kata kotor) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tinggal sajak-sajak sampah&lt;br /&gt;Yang mau menemani dan meyelimuti setiap tidurnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkaitan puisi dengan kehidupan sosial kemasyarakatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era tahun ‘80- an sering terjadi penggusuran terhadap pemukiman-pemukiman yang kumuh tanpa mempedulikan kesulitan hidup mereka, para gelandagan. Bahkan hal itupun masih sering kita dengar akhir-akhir ini. Alasan yang sering dijadikan sandaran penggusuran tersebut adalah bahwa mereka mengganggu dan membuat kota tampak lebih kumuh dan kotor. Bahkan ada yang dengan dalil tempat dimana mereka mendirikan gubuk seadanya akan didirikan suatu industri demi peningkatan taraf kehidupan. Tetapi peningkatan kehidupan siapa? Nampaknya ini yang menggelitik hati penyair yang peka terhadap kehidupan sosial masyarakat grass road sehingga kemudian ia menempatkan diri dibarisan para tuna wisma tersebut dan berusaha membelanya meski hanya dengan kata-kata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-2180314157810670708?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/2180314157810670708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2010/08/mencari-makna-dalam-untaian-kata-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/2180314157810670708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/2180314157810670708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2010/08/mencari-makna-dalam-untaian-kata-sebuah.html' title='Mencari Makna dalam untaian Kata (Sebuah Analisis Puisi)'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-3441427500824979783</id><published>2010-08-10T22:30:00.001-07:00</published><updated>2010-08-10T22:30:58.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisis puisi'/><title type='text'>Balaslah Kejahatan yang Menimpamu dengan Kasih Sayang (sebuah analisis makna sebuah puisi)</title><content type='html'>Dengan Kasih Sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang &lt;br /&gt;kita simpan bedil dan kelewang&lt;br /&gt;Punahlah gairah pada darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan!&lt;br /&gt;Jangan dibunuh para lintah darat&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ciumlah mesra anak jadah tak berayah&lt;br /&gt;dan sumbatkan jarimu pada mulut peletupan&lt;br /&gt;kerna darah para bajak dan perompak&lt;br /&gt;akan mudah mendidih oleh pelor&lt;br /&gt;mereka bukan tapir atau badak&lt;br /&gt;hatinya pun berusan dengan cinta kasih&lt;br /&gt;seperti jendela terbuka bagi angin sejuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang sering kehabisan cinta untuk mereka&lt;br /&gt;cuma membenci  yang nampak rompak&lt;br /&gt;Hati tak bisa berpelukan dengan hati mereka&lt;br /&gt;Terlampau terbatas pada lahiriah masing pihak&lt;br /&gt;Lahiriah yang terlalu banyak meminta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap sajak yang paling utopis&lt;br /&gt;bacalah dengan senyuman yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dibenci kaum pembunuh&lt;br /&gt;Jangan dibiarkan anak bayi mati sendiri&lt;br /&gt;Kere-kere jangan mengemis lagi.&lt;br /&gt;Dan terhadap penjahat yang paling laknat&lt;br /&gt;pandanglah dengan hati yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puisi ini Rendra ingin mengajak kita berubah sikap. Sikap terhadap manusia yang barangkali sering melakukan dosa dan bahkan menimpakan kesulitan pada orang lain. Dia mengajak kita berpikir dan merenung bahwa sejahat apapun manusia mereka tetap manusia bukan binatang. Mereka tetap manusia yang masih mempunyai hati dan rasa. Rasa itu adalah rasa kasih sayang yang  sebenarnya merupakan fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair bertutur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka bukan tapir atau badak&lt;br /&gt;hatinya pun berurusan dengan cinta kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata kita manusia masih banyak yang hanya melihat lahir seseorang bahkan selalu menghukumi dari lahirih saja, tidak berusaha menghadirkan rasa cinta dan kasih atau melihat bahwa kejahatan terkadang bisa diluluhkan dengan kelemah-lembutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang sering kehabisan cinta untuk mereka&lt;br /&gt;cuma membenci  yang nampak rompak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tatkala seseorang hanya melihat yang lahir, maka sebenarnya manusia akan selalu menuntut dan menuntut karena memang norma nilai jika dilihat dari lahiriah saja akan selalu berubah. Seorang penjahat bisa saja berpenampilan rapi dan baik sehingga kesan jahat menjadi tidak tampak. Atau sebaliknya seorang yang baik tetapi karena sesuatu hal ia hanya bisa berpenampilan seadanya bisa saja ia dianggap oleh orang lain tidak baik karena penampilannya. Karena manusia selalu mematok nilai kebaikan seseorang dari lahiriahnya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlampau terbatas pada lahiriah masing pihak&lt;br /&gt;Lahiriah yang terlalu banyak meminta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi diksi (pilihan kata) penyair benar-benar berhasil mengoptimalkan makna kata yang dipilhnya. Kata bedil dan kelewang memberi nuangsa akan suatu alat yang digunakan dalam  tindak kejahatan yang selalu menumpahkan darah. Sehingga agar kedua sarana ini tidak menumpahan darah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita simpan bedil dan kelewang&lt;br /&gt;Punahlah gairah pada darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya penyair minta dengan sangat agar kata-katanya direnung dan didengarkan dengan menghilangkan prasangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap sajak yang paling utopis&lt;br /&gt;bacalah dengan senyuman yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puisi ini kesan ajakan untuk bersikap arif terhadap manusia jahat dan terlaknat bisa kita rasakan dengan dimunculkannya kata-kata yang secara diametral berlawanan, yaitu antara kejahatan dan kasih sayang, kata kata tersebut adalah bedil, keliwang, lintah darat, bajak, perampok, pembunuh, penjahat yang kesemuanya dipertentangkan dengan kasih sayang, cinta kasih, angin sejuk, senyuman sabar, hati, jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dari itu semua pesan atau amanat yang bisa kita tangkap dari puisi ini adalah hadapilah setiap kejahatan dengan kasih sayang, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Falsafah hidup  mengatakan kalau ditampar pipi kananmu berikan pipi kirimu. Sementara dalam ajaran Islam dibolehkannya pembunuh di qishash (dijatuhi hukuman yang serupa atau ganti dibunuh) tetapi yang paling utama ketika keluarga yang anggotanya dibunuh mau memaafkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-3441427500824979783?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/3441427500824979783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2010/08/balaslah-kejahatan-yang-menimpamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/3441427500824979783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/3441427500824979783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2010/08/balaslah-kejahatan-yang-menimpamu.html' title='Balaslah Kejahatan yang Menimpamu dengan Kasih Sayang (sebuah analisis makna sebuah puisi)'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-4160203325567274350</id><published>2009-10-23T16:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T16:34:06.967-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesepertihidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra khayalan'/><title type='text'>Kesepertihidupan dalam sastra</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah artikel di harian suara karya berjudul Fiksi Dalam Sinetron Indonesia yang ditulis Beni Setia. Isinya sinetron Indonesia berada diantara film Bollywood dan Hollywood. Tidak hanya pada ceritanya tapi juga aspek keseluruhan sebuah sinetron. Saya petikkan satu alinea begini : Teks yang biasanya diungkapkan sebagai kritik atas adegan sinetron, yang bunyinya, "Dalam keseharian nggak begitu."Misalnya, orang miskin yang berpakaian resik, dengan mata sehat bersinar dan wajah bersih. Perempuan sakit yang memakai make up tak resmi mau arisan, dan bukan gurat derita bermata kosong. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ibu rumah tangga yang menunggu suami pulang dengan dandanan seperti mau nyambut tamu untuk dinner atau party. Dan selalu ada adegan makan ala Eropa. Dst. Dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hal pastilah saling mempengaruhi. Saya membaca novel penulis Amerika, saya jadi paham gaya bercerita dan dialognya, begitu juga novel dari Negara lain, juga ketika saya baca novel penulis dari Indonesia. Lantas ketika saya menulis, pastilah saya sedikit dan banyak meniru salah satu gaya dari yang saya baca itu. Ketika kita kecil belum bisa menulis, kita melihat tulisan guru kita, lantas kita tiru. Tapi lama kelamaan kita akan berbeda cara menulisnya dengan guru kita. Dari bentuk tulisannya, sampai kepada yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetron dan film Indonesia pastilah akan begitu. Industri semaju Hollywood pun masih terpengaruh gaya bertutur dan pembuatan film Hongkong. Meskipun Hongkong tidak kalah banyak meniru film-film Hollywood, baik dari cerita dan gaya bertutur filmnya. Tapi Hollywood mempunyai cirri sendiri, begitu juga Hongkong. Kita sudah akan tahu mana film buatan Hongkong dan mana Hollywood, diluar soal pemain tentu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Indonesia lahir dari tangan orang dagang, bukan orang sekolah film. Perkembangan film Indonesia pun mengikuti jamannya sebagai film dagang. Bahwa kalau sekarang sinetron dan film idonesia kalau ditonton bikin kita senewen itulah realitas yang tengah terjadi. Maka kita patut tabah saat melihat karakter Orang sabar yang kesabarannya melebihi kesabaran malaikat, karakter orang jahat yang kejahatannya melebihi raja iblis yang raja tega. Juga gambaran yang ditulisan Beni setia diatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya ini hanya masalah pasar. Tidak lain. Karena ternyata industri film (Indonesia) itu sama saja dengan pabrik sepatu yang sewaktu-waktu bisa bangkrut. Kalau ‘juragannya’ (baca:produser) tidak bisa ‘ngutang’ lagi modalnya, habislah sudah production house-nya. Artinya tidak bisa membuat sinetron dan film. Padahal pasar penonton di Indonesia lebih banyak dari Amerika Serikat. Banyak pengamat film bilang film Indonesia cuma kalah berdagang. Boleh jadi betul tapi seharusnya kalau mau dagang, ‘barangnya’ harus berkualitas dulu biar bisa laku diperdagangkan. Biar bisa bersaing sama film Negara lain. Tapi realitasnya juga, boro-boro menjadi bagus, menjadi benar saja susah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal kualitas, pertama-tama yang harus dibenahi Skenario. Habis itu sutradara. Kalau dua unsure paling penting itu yang bisa dibenahi, dijamin tidak ada gambaran karakter yang aneh bin ajaib, tidak ada karakter ibu-ibu menyambut suaminya pulang kerja seperti menyambut tamu hajatan, tidak ada orang sakit yang mukanya kayak habis pulang pesta. Dunia sinetron dan film itu dunia fiksi, seperti dunia novel dan dunia khayalan lainnya. Perkara ceritanya ada yang berasal dari kisah nyata, tetap saja unsur selebihnya imajiner. Fiksi itu memang haruslah kesepertihidupan. Tapi harus tetap berada dalam dunia khayalan. Jadi haruslah penulis scenario, sutradara dan pekerja film dan sinetron lainnya, belajar untuk bisa membuat dunia fiksi (khayalan) dengan berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-4160203325567274350?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/4160203325567274350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/kesepertihidupan-dalam-sastra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/4160203325567274350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/4160203325567274350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/kesepertihidupan-dalam-sastra.html' title='Kesepertihidupan dalam sastra'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-7626224490769580741</id><published>2009-10-23T16:30:00.001-07:00</published><updated>2010-08-11T07:28:22.954-07:00</updated><title type='text'>Antara Sastra dan Psikologi Sastra II</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sastra dan psikologi biasanya tidak diajarkan bersama-sama. Namun demikian, kedua-duanya saling menerangi dan membantu, dan dianggap sebagai tak terpisahkan. Lebih dari tiga atau empat generasi perkembangan spesialisasi akademis dan klinis yang pesat telah memisahkan kedua ‘discipline’ tersebut.&lt;span id="more-11"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Sampai akhir abad 19 hampir semua yang dikenal dalam psikologi manusia tidak terdapat pada laporan-laporan klinis, tetapi terdapat pada karya-karya sastra yang terkenal. Abad Renaissance telah mendorong manusia untuk mempelajari dirinya sendiri. Sebelum Frued, Shakespeare dianggap sebagai ahli psikologi yang terbesar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Schlegel, seorang sarjana dari Jerman, menulis tentang Shakespeare sebagai berikut: “Dari semua penyair, mungkin dia sendiri yang telah memotret penyakit-penyakit jiwa….dengan kebenaran yang begitu pasti dan tidak bisa dinyatakan dengan kata-kata dalam setiap aspek sehingga para dokter bisa memperkaya observasinya dari karya-karya Shakespeare dengan cara yang sama seperti dalam kasus-kasus nyata”&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Suatu usaha yang luar biasa tentang analisa diri dan suatu pertanda munculnya Frued adalah puisi Wordsworth The Perlude, pertama kali diterbitkan pada tahun 1805. Wordsworth tidak menyangkal bahwa kebanyakan isi puisi tersebut merupakan kenangan pada masa kanak-kanak. Namun demikian, pada karya ini dan karya-karya lainnya bertema keterasingan, perasaan terbuang, depresi, perasaan dihantui, menyatunya dengan alam, kerinduan akan paradiso yang telah hilang, dan permusuhan, sangat mirip dengan karya-karya psikoanalisis saat ini seperti seperti John Bowlby dan Sylvia Anthony yang telah membuat riset mengenai ‘kehilangan’ masa kanak-kanak.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Sylvia Anthony, yang menunjuk bahwa Wordsworth kehilangan ibunya pada umur 7 tahun dan menderita ‘broken home’, memberi ilustrasi betapa pentingnya Wordsworth dalam psikologi pada saat ini. Dia menunjuk puisi “We ae seven”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; “What is here most striking to the psychologist today is the attitude of an adult who seeks not to teach the child but to learn what and how the child himself is thinking.” (Apa yang paling mengesankan bagi psikolog dewasa ini adalah sikap orang dewasa yang selalu berusaha untuk tidak mengajar anak-anak tetapi mempelajari apa dan bagaimana anak-anak itu sendiri).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Psikolog tidak bisa mengingkari, pengarang mempunyai pandangan yang luar biasa tentang sifat manusia dan kemampuan yang jarang bandingannya untuk menggambarkan keadaan yang kompleks dalam diri manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Meskipun demikian, psikolog tidak sepenuhnya menghargai banyak karya sastra yang ditawarkan kepada mereka, terutama dalam mempelajari masa kanak-kanak danakibat-akibat perpecahan keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Dalam bukunya Children Under Struss, Sula Wolf menegaskan betapa sukarnya untuk mempelajari tentang kehilangan masa kanak-kanak (early bereavement). Mengingat ketidak tahuan mereka mengenai early bereavement , dan masalah-masalah manusia yang lain, para psikolog berusaha mengadakan pengamatan yang lebih dekat dan sistimatis pada karya-karya pengarang. Sejumlah pengarang termasuk penyair-penyair besar jaman romantis sudah menjadi yatim piatu pada masa kanak-kanak dan banyak yang mengalami perpecahan keluarga. Beberapa karya mereka yang terbaik berfokus pada masalah kehilangan masa kanak-kanak (early bereavement) dan akibat-akibatnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Orang awam tidak bisa mengungkapkan akibat-akibat pergolakan dalam keluarga. Pengarang kadang-kadang menghabiskan masa hidupnya untuk mencari cara-cara bagaimana mengungkap pengalaman masa kecil yang traumatis. Bagi psikolog yang mengabaikan usaha mereka –dan usaha para seniman yang lain-tidaklah bijaksana dan fair.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sastra Lebih mampu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Banyak karya sastra yang terbaik menggambarkan masalah-masalah yang selalu kita hadapi tiap hari: perpecahan keluarga, ikatan-ikatan yang cacaad dalam keluarga, ketidak stabilan dan gangguan psikologis, kematian, kemandulan dan hari tua. Kemampuan pengarang untuk melukiskan masalah-masalah semacam itu jauh lebih besar daripada kemampuan psikolog yang sudah sangat terlatih sekalipun. Seniman sejati memungkinkan kita untuk merasuk dunianya atau dunia para pelakunya. Dalam hal ini laporan-laporan klinis tidak bisa melakukannya. Dulu bahasa klinis sangat terbatas dalam melukiskan orang-orang yang mendapat gangguan dan kadang-kadang bahasanya tidak sensitif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Bagaimanapun juga, sepanjang kesusastraan bisa dimanfaatkan secara serius dalam penelitian psikologis, penelitian psikologis pun sangat penting dalam penelitian sastra. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; kritisi sering menunjuk ke teori-teori dan penemuan psikologis . kesusastraan besar telah tumbuh dimana prosa dan posisi kreatif dipandang dari sudut psikologis, sering juga menggunakan bahan-bahan biografis. Namun demikian, seperti The Wound and The Bow karangan Edmund Wilson dan The Savage God oleh Alfred Alvarez, kritik sastra seperti yang ada sekarang penggunaannya terbatas pada orang-orang yang berminat untuk mempelajari tema sastra dilihat dari pandangan psikologis. Banyak kritik sastra psikologis yang dikerjakan secara serampangan sehingga gagal untuk memperjelas bacaan sastranya danterlalu bersandar pada ‘jargon’ yang terlalu berat, keduanya kritik sastra dan psikologi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt; Sebagai penutup, alangkah baiknya kalau para kritisi sastra mengadakan suatu proyek yakni mengumpulkan karya-karya sastra, masing-masing mengenai tema khusus, seperti kehilangan masa kanak-kanak. Masing-masing karya berisi contoh-contoh yang telah dipilih dengan baik dari karya sastra dunia yang melukiskan tema tersebut. Introduksi dan komentar sebaiknya dimasukkan. Kumpulan-kumpulan yang sudah diedit akan bermanfaat besar bagi mahasiswa psikologi dan juga mahasiswa sastra.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-7626224490769580741?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/7626224490769580741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/antara-sastra-dan-psikologi-sastra-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/7626224490769580741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/7626224490769580741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/antara-sastra-dan-psikologi-sastra-ii.html' title='Antara Sastra dan Psikologi Sastra II'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-8865848942453225641</id><published>2009-10-23T16:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T16:25:19.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikoanalisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Sastra dan Psikologi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;1. Hubungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;Psikologi adalah kajian menguraikan kejiwaan dan meneliti alam bawah sadar pengarang. Sedangkan Hubungan antara sastra dan psikologi karena munculnya istilah psikologi sastra yang membahas tentang hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra, misalnya karakter tokoh-tokoh dalam suatu karya sastra diciptakan pengarang berdasarkan kondisi psikologis yang dibangun oleh pengarangnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;2. Konsep&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;Psikologi adalah suatu seni yang biasanya menyajikan situasi yang terkadang tidak masuk akal dan suatu kejadian-kejadian yang fantastik. Psikologi dapat mengklasifikasikan pengarang berdasarkan tipe psikologi dan fisiologinya. Mereka bisa menguraikan kelainan jiwanya, bahkan meneliti alam sadarnya. Bukti-bukti itu diambil dari dokumen diluar sastra atau dari karya sastra itu sendiri. Banyak karya besar yang menyimpang dari standar psikologi, karena kesesuaian hasil karya dengan kebenaran psikologis belum tentu bernilai artistik. Pemikiran psikologi dalam karya sastra tidak hanya dicapai melalui pengetahuan psikologi saja. Namun pada kenyataannya atau pada kasus-kasus tertentu pemikiran psikologi dapat menambah nilai estetik atau keindahan karena dapat menunjang koherensi dan kompleksitas suatu karya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;3. Ciri-ciri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;a. Pengarang menghindari penyesuaian diri dengan norma masyarakat, karena hal itu berarti mematikan arus lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;b. Adanya kemampuan membayangkan suatu bayangan yang bersifat indrawi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;c. Susunan mental seorang penyair berbeda dengan susunan sebuah puisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;d. Sebagai gejolak emosi, suatu karya dapat menampilkan hubungan imajinasi dengan kepercayaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;e. Psikologi merupakan suatu persiapan penciptaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;f. Bersumber dari kebiasaan untuk tidak membeda-bedakan macam-macam penginderaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;4. Manfaat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;a. Mempertajam kemampuan pengamatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;b. Membantu mengentalkan kepekaan pada kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;c. Memberi kesempatan untuk menjajaki pola-pola yang belum terjamah sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;d. Studi tentang perbaikan naskah, koreksi, dan seterusnya karena jika dipakai dengan tepat, dapat membantu kita melihat mana keretakan, ketidakteraturan, perubahan, dan distorsi yang penting dalam suatu karya sastra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;e. Menjelaskan tokoh dalam situasi cerita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;5. Tokoh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;a. Carl Jung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;Mengungkapkan bahwa dalam bawah salam sadar manusia ada kesadaran kolektif yakni daerah masa lalu umat manusia di masa sebelum manusia ada dan menciptakan tipologi psikologi yang rumit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;b. Freud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;Pengungkap konsepsi tentang seniman yang merupakan seseorang yang lari dari kenyataan dan hidup dalam fantasinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;c. Erich Jaensen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;Pengungkap kemampuan membayangkan hal-hal yang bersifat indrawi merupakan gejala menyatunya kemampuan berfikir dan pengindraan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;d. W.H. Auden&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;Menekankan bahwa seniman boleh tetap menjadi orang neurotik kalau ia tahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;e. Ribot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;Membagi dua tipe imajinasi sastrawan menjadi tipe plastis dan tipe diffluent.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;6. Contoh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: comic sans ms;"&gt;Jika kita pernah membaca novel The Birth of Tragedy karya Nietzsche pada tahun 1872 disitu terdapat penggolongan dua kutub seni yang menarik. Apollo dan Dionysus dua dewa seni Yunani mewakili dua jenis seni dan proses seni, seni patung dan musik, tingkat psikologis mimpi dan keadaan mabuk ekstase. Keduanya kira-kira sejalan dengan penggolongan sastrawan “pengrajin” dan sastrawan “kesurupan”, sastrawan klasik dan Romantik.&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-8865848942453225641?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/8865848942453225641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/sastra-dan-psikologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/8865848942453225641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/8865848942453225641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/sastra-dan-psikologi.html' title='Sastra dan Psikologi'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-5917365013037455541</id><published>2009-10-23T16:22:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T16:22:34.082-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikoanalisa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><title type='text'>APLIKASI PSIKOANALISIS DALAM KARYA SASTRA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Psikoanalisis dalam sastra memiliki empat kemungkinan pengertian. Yang pertama adalah studi psikologi pengarang sebagai tipe atau sebagai pribadi. Yang kedua adalah studi proses kreatif. Yang ketiga adalah studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra.Yang keempat adalah mempelajari dampak sastra pada pembaca. Namun, &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;yang digunakan dalam psikoanalisis adalah yang ketiga karena sangat berkaitan dalam bidang sastra.&lt;br /&gt;Asal usul dan penciptaan karya sastra dijadikan pegangan dalam penilaian karya sastra itu sendiri. Jadi psikoanalisis adalah studi tipe dan hukum-hukum psikologi yang diterapkan pada karya sastra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH TEORI PSIKOANALISIS SASTRA&lt;br /&gt;Munculnya pendekatan psikologi dalam sastra disebabkan oleh meluasnya perkenalan sarjana-sarjana sastra dengan ajaran-ajaran Freud yang mulai diterbitkan dalam bahasa Inggris. Yaitu Tafsiran Mimpi ( The Interpretation of Dreams ) danThree Contributions to A Theory of Sex atau Tiga Sumbangan Pikiran ke Arah Teori Seks dalam dekade menjelang perang dunia. Pembahasan sastra dilakukan sebagai eksperimen tekhnik simbolisme mimpi, pengungkapan aliran kesadaran jiwa, dan pengertian libido ala Freud menjadi semacam sumber dukungan terhadap pemberontakan sosial melawan Puritanisme(kerohanian ketat) dan tata cara Viktorianoisme(pergaulan kaku).Dahulu kejeniusan sastrawan selalu menjadi bahan pergunjingan. Sejak zaman Yunani, kejeniusan dianggap kegilaan(madness) dari tingkat neurotik sampai psikosis. Penyair dianggap orang yang kesurupan (possessed). Ia berbeda dengan yang lainnya, dan dunia bawah sadarnya yang disampaikan melalui karyanya dianggap berada di bawah tingkat rasional. Namun, pengarang tidak sekedar mencatat gangguan emosinya ia juga mengolah suatu pola arketipnya, seperti Dostoyevsky dalam karyanya The Brother Kamarazov atau suatu pola kepribadian neurotik yang sudah menyebar pada zaman itu. Kemudian, ilmu tentang emosi dan jiwa itu berkembang dalam penilaian karya sastra.(Psikoanalisis Sastra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN PSIKOANALISIS SASTRA&lt;br /&gt;Psikologi atau psikoanalisis dapat mengklasifikasikan pengarang berdasar tipe psikologi dan tipe fisiologisnya. Psikoanalasisis dapat pula menguraikan kelainan jiwa bahkan alam bawah sadarnya. Bukti-bukti itu diambil dari dokumen di luar karya sastra atau dari karya sastra itu sendiri. Untuk menginteprestasikan karya sastra sebagai bukti psikologis, psikolog perlu mencocokannya dengan dokumen-dokumen di luar karya sastra.&lt;br /&gt;Psikoanalisis dapat digunakan untuk menilai karya sastra karena psikologi dapat menjelaskan proses kreatif. Misalnya, kebiasaan pengarang merevisi dan menulis kembali karyanya. Yang lebih bermanfaat dalam psikoanalisis adalah studi mengenai perbaikan naskah, koreksi, dan seterusnya. Hal itu, berguna karena jika dipakai dengan tepat dapat membantu kita melihat keretakan ( fissure ), ketidakteraturan, perubahan, dan distorsi yang sangat penting dalam suatu karya sastra.Psikoanalisis dalam karya sastra berguna untuk menganalisis secara psikologis tokoh-tokoh dalam drama dan novel. Terkadang pengarang secara tidak sadar maupun secara sadar dapat memasukan teori psikologi yang dianutnya. Psikoanalisis juga dapat menganalisis jiwa pengarang lewat karya sastranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOKOH-TOKOH PSIKOANALISIS SASTRA&lt;br /&gt;1. Sigmund Freud, seorang yang sangat berbudaya dan beliau mendapatkan dasar pendidikan Austria yang menghargai karya Yunani dan Jerman Klasik.&lt;br /&gt;2. T.S Elliot&lt;br /&gt;3. Carl.G.Jung.&lt;br /&gt;4. Ribot, psikolog Perancis&lt;br /&gt;5. L.Russu&lt;br /&gt;6. Wordsworth yang menggunakan psikologi sebagai uraian genetik tentang puisi.&lt;br /&gt;7. Tatengkeng, Pujangga Baru. Menyatakan bahwa untuk menulis puisi yang baik penyair harus dalam keadaan jiwa tertentu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN PSIKOANALISIS DI INDONESIA&lt;br /&gt;Dalam sastra Indonesia pendekatan psikologi berkembang sejak tahun enam puluhan, antara lain oleh Hutagalung dan Oemarjati dalam buku pembahasan masing-masing atas Jalan Tak Ada Ujung dan Atheis. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pertolongan agar dapat membaca drama atau novel secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APLIKASI PSIKOANALISIS DALAM KARYA SASTRA&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh dalam Drama dan Novel dinilai benar tidaknya secara psikologis. Situasi dan plot menjadi perhatian khusus dalam hal ini. Tokoh dalam cerita harus serasi dengan ceritanya, contoh :&lt;br /&gt;Lily Campbel Mengatakan bahwa tokoh Hamlet cocok dengan Tipe “periang dan optimis yang mengalami tekanan melankolik”. Yakni tipe yang dikenal dalam teori psikologi zaman Elizabeth.&lt;br /&gt;Oscar Campbell Berusaha menunjukan tokoh Jaques dalam drama William Shakespears “As You Like It” adalah kasus melankolik yang timbul akibat tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pustaka,&lt;br /&gt;Wellek, Rene dan Austin Warren.1995. Teori Kesusastraan. Terj. Melani&lt;br /&gt;Budianta. Jakarta : Gramedia.&lt;br /&gt;Hardjana, Andre. 1981. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Jakarta : Gramedia.&lt;br /&gt;Pengarang juga dianalisis berdasar kondisi jiwanya ketika menulis sebuah karya sastra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-5917365013037455541?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/5917365013037455541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/aplikasi-psikoanalisis-dalam-karya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/5917365013037455541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/5917365013037455541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/aplikasi-psikoanalisis-dalam-karya.html' title='APLIKASI PSIKOANALISIS DALAM KARYA SASTRA'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-1753806612702123157</id><published>2009-10-17T10:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T10:36:59.925-07:00</updated><title type='text'>Kukila, sebuah Analisis Struktural cerpen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Cerita dari http://www.blogcatalog.com&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki tua berlari-lari sepanjang jalan Pemuda di tengah hari bolong di bawah terik matahari yang membakar kota Jakarta. Peluh mengalir membanjiri sekujur tubuhnya. Sebuah tas kecil menggantung di pundaknya yang kurus. Tangan kirinya memegang sangkar berselubung kain hitam tipis. Tangan kanannya melambai-lambai ke udara, dan mulut keriputnya berteriak-teriak parau memanggil seekor burung perkutut yang terbang rendah melewati semrawutnya kabel-kabel telepon, pohon-pohon, dan atap-atap bangunan. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyai&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyai&lt;/span&gt;, turun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyai&lt;/span&gt;!".&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Aku bangga padamu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Le&lt;/span&gt;", kata Ki Bayan tersenyum pada anaknya, Joko Umbaran, saat keduanya duduk-duduk di teras rumah menikmati malam purnama sebulan yang lalu. Joko Umbaran diam, matanya menatap kedua anaknya yang ceria bermain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Gobak sodor&lt;/span&gt; bersama sepupu-sepupu mereka di halaman. Liburan sekolah hampir berakhir, kemarin pagi Joko Umbaran datang dari Jakarta untuk menjemput kedua anaknya yang sedang liburan di rumah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;eyang&lt;/span&gt;nya yang berada di lereng selatan Gunung Lawu yang terpencil itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Kamu sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mriyayeni&lt;/span&gt;, melebihi derajat Bapakmu yang cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong nggunung &lt;/span&gt;ini.",lanjut Ki Bayan sambil menyalakan rokok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;klobot &lt;/span&gt;kemenyan kesayangannya. Bau tembakau campur kemenyan dengan segera memenuhi udara, tapi Joko Umbaran sudah terbiasa dengan bau itu sejak kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Kekuranganmu tinggal satu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kukila&lt;/span&gt;.", kata Ki Bayan sambil menatap serius wajah anak sulungnya yang kini sukses menjadi seorang pengusaha di Ibukota.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Kamu sudah memiliki wisma, wanita, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;turangga&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;curiga&lt;/span&gt;. Tapi belum memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kukila&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Besok sore, bawalah Kyai Godheg Sonto, perkutut kesayangan Bapak besertamu ke Jakarta"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Tapi Pak, seperti yang Bapak ketahui, saya tidak memiliki bakat memelihara binatang, apalagi burung. Apakah tidak menyengsarakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; bila tak terurus nantinya?", Tolak Joko Umbaran dengan halus. Di rumahnya yang besar di Jakarta, Joko Umbaran memang punya banyak pembantu, tapi ia paham betul melihara burung perkutut itu tidak mudah, tidak bisa diserahkan ke sembarang orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Le, hidupmu belum sempurna bila belum memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kukila&lt;/span&gt;." tegas Ki Bayan. "Besok bawalah Kyai Godheg Sonto bersamamu". Kalimat itu adalah perintah yang tak lagi membutuhkan bantahan. Joko Umbaran tahu betul sangat sulit menolak keinginan Bapaknya yang punya kemauan keras.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Sudah malam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Le&lt;/span&gt;, Istirahatlah. Suruh tidur kedua cucuku itu. Besok kamu masih harus membawa mobil ke Jakarta. Lain kali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbok ya&lt;/span&gt; bawa sopir, mosok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;priyayi &lt;/span&gt;kok bawa mobil sendiri"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Keesokan harinya Joko Umbaran bersiasat. Ia penuhi mobil Serenanya dengan barang oleh-oleh sebanyak mungkin: pisang, mangga, kripik belut, emping mlinjo, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;karak rambak&lt;/span&gt;, kulit tahu goreng, intip goreng, rasikan, brem, wajik, jadah, wingko babat, tape ketan, batik, wayang, souvenir, pokoknya apa saja berdus-dus banyaknya memenuhi bagasi belakang, sehingga tidak memungkinkan sesentipun celah untuk Kyai Godheg Sonto beserta sangkarnya masuk ke dalam Serena kesayangannya. Ruangan yang tersisa hanyalah cukup untuk keluarganya berlima dengan pembantunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Akhirnya Ki Bayan menyerah. Ia naikkan lagi sangkar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; di tiang bambu depan rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Adikmu si Taruna akan mengantarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; ke rumahmu besok hari Rabu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Legi.&lt;/span&gt;" Kata Ki Bayan masih semangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Hidupmu belum sempurna bila belum memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kukila&lt;/span&gt;." seru Ki Bayan sambil melambaikan tangannya ke arah mobil yang melaju pelan menuju Jakarta sore hari itu. Ki Bayan masih berharap anaknya benar-benar menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;priyayi&lt;/span&gt; yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Maka tibalah hari Rabu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Legi&lt;/span&gt; itu, hari yang dianggap baik untuk mengantar Kyai Godheg Sonto ke Jakarta. Tapi sehari sebelum hari baik itu, Taruna justru sakit. Badannya lemas, muntah dan mencret sepanjang malam. Ki Bayan ragu untuk menunda pengantaran. Ia sudah terlanjur menentukan hari Rabu Legi dan Ki Bayan tak ingin Joko Umbaran menganggap bicaranya tak bisa dipercaya. Bagaimana mungkin keluarga priyayi bicara m&lt;span style="font-style: italic;"&gt;encla-mencle&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hari itu, Ki Bayan mencari orang yang mau menggantikan Taruna mengantar Kyaine ke Jakarta. Kalau tidak mau sebagai kurir, paling tidak ada orang yang mau menemaninya bila terpaksa ia sendiri yang harus mengantar Kyaine. Namun hingga tengah hari tak ada seorangpun yang bersedia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Kami takut tersesat Ki Bayan, kami kan belum pernah ke Jakarta.", elak orang-orang dengan muka serius. Namun alasan yang sebenarnya adalah kebencian mereka atas kesombongan Ki Bayan yang senang memamerkan kesuksesan Joko Umbaran secara berlebihan dan merendahkan orang-orang di desanya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sore hari itu Ki Bayan berangkat sendirian. Sebuah tas kecil berisi pakaian ganti dan makanan perkutut menggantung di pundak tuanya. Di tangan kanannya, terpegang erat sangkar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; berselubung kain hitam yang tipis, untuk melindungi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; dari segala gangguan luar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Jangan lupa telpon lagi masmu, besok suruh jemput Bapak di Pulogadung", pesan Ki Bayan pada Taruna yang masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;klenger&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sejak semalam Ki Bayan mencoba menelepon ke Jakarta tapi selalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tulalit&lt;/span&gt;. Tidak handphone, tidak juga telepon rumah. Tapi rasa bangga pada anak sulungnya membuat Ki Bayan tetap berangkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Ah, nanti saja di Pulogadung ditelpon lagi. Toh aku sudah tahu alamatnya dan pernah ke sana.", batin Ki Bayan penuh rasa percaya diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ki Bayan dan keluarganya tak pernah tahu, Joko Umbaran sengaja memblok semua telepon masuk dari luar kota pada H-7 dan H+7 menjelang dan sesudah hari Rabu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Legi&lt;/span&gt; untuk mencegah Bapaknya mengantar Kyai Godheg Sonto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Satu-satunya alat transportasi dari desanya yang langsung menuju Jakarta adalah sebuah bus ekonomi AC yang mangkal di Pasar Kancil tiga kilometer dari rumahnya. Bus itu berangkat ke Jakarta setiap hari Minggu, Rabu, dan Jumat jam 4 sore.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Masalah pertama muncul ketika Kondektur meminta Ki Bayan menaruh burungnya di bagasi. Tentu saja Ki Bayan mencak-mencak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Kamu mau menyengsarakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt;?", seru Ki Bayan kepada Kondektur dengan nada tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sang Kondektur tak melayani adu mulut, karena sebenarnya itu hanya taktiknya untuk menambah keuntungan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; boleh dibawa masuk ke bus dengan catatan harus beli satu tiket lagi dan Ki Bayan harus duduk di deretan kursi paling belakang. Tak ada pilihan lain bagi Ki Bayan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah menunggu lama, akhirnya Bus berangkat juga menjelang maghrib. Tapi bus tidak langsung menuju Jakarta. Bus itu mampir-mampir dulu ke segala tempat dan sering berhenti di mana saja mengambil penumpang satu dua. "Bisa nggak setoran pak, kalo penumpang nggak penuh", dalih sopir bus saat diprotes Ki Bayan. "Hari gini, jarang orang ke Jakarta pak", tambah sopir membela diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Duduk di deretan bangku paling belakang ternyata tidak nyaman. Pertama, suara mesin bus yang bising membuat Ki Bayan tak bisa istirahat. Kedua, suhu mesin yang panas membuat duduk Ki Bayan tak nyaman. AC bus itu ternyata hanya meniupkan angin biasa belaka. Ketiga, saat melewati lubang atau jalan rusak, Ki Bayan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; terpental-pental tak karuan sehingga tumpahlah air minum dan makanan Kyaine, membasahi dan mengotori kursi. Tapi Ki Bayan tak mungkin menyuruh sopir memelankan bus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di tengah perjalanan, bus berhenti di restoran dan semua orang turun untuk makan. Ki Bayan kebingungan. Perutnya lapar dan ia ingin buang air kecil, tetapi apa pantas makan sambil membawa sangkar burung. Bila &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; ditinggal, jangan-jangan dicuri orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Karena tak tahan menahan buang air, akhirnya Ki Bayan turun juga dari bus sambil menenteng sangkar. Urusan buang air tidak masalah, karena Kyaine bisa dititip ke penunggu toilet. Tapi giliran mengantri nasi, terpaksa Ki Bayan menunggu di antrian terakhir dan duduk makan menyendiri. Sangkar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; diletakkan di kursi sebelahnya seperti istrinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Bawa burung aja lagaknya kayak bawa emas sekarung. Dasar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong nDeso&lt;/span&gt;!", rerasan orang-orang geli melihat Ki Bayan yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paranoid&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Kejadian itu terulang kedua kalinya saat bus berhenti untuk sarapan pagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Akhirnya bus memasuki terminal Pulogadung tengah hari. Tapi tak ada satu orangpun yang menjemput, tidak anaknya tidak juga orang suruhan anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Mungkin Taruna masih sakit dan belum telpon", batin Ki Bayan menenangkan diri. Tapi ketika Ki Bayan menelepon, yang menerima adalah pembantu baru yang tidak dikenalnya dan tidak tahu menahu. Ki Bayan menjadi murka dan tak sabar, HP anaknya masih juga tidak bisa dihubungi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Sudahlah, langsung saja ke rumahnya. Paling tidak aku bisa segera &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngopeni Kyaine&lt;/span&gt; disana.", sungut Ki Bayan jengkel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Setelah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mbayoni&lt;/span&gt; burung perkututnya, Ki Bayan naik mikrolet jurusan Senen. Dengan segera masalah muncul ketika penumpang mulai penuh. Terpaksa Ki Bayan memangku sangkar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyaine&lt;/span&gt; dengan susah payah. Bau kotoran Kyaine memenuhi mikrolet di siang hari terik itu. Para penumpang mulai menutup hidung dan memandang tajam bergantian ke wajah Ki Bayan dan sangkar burungnya, tapi tak sorangpun yang berkata-kata. Semua kaca jendela dibuka, tapi tak banyak membantu, bahkan sisa-sisa kotoran yang melekat di sangkar mulai beterbangan diterpa angin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mikrolet berjalan kencang, sesekali menerobos jalur busway berlomba dengan mikrolet lain berebut rezeki di jalanan yang panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Cciiiitttt!", tiba-tiba mikrolet direm mendadak. Sebuah sepeda motor memotong jalan. Penumpang yang berhimpitan terpental. Sangkar terlepas dari pegangan Ki Bayan, menyerempet, membentur kepala para penumpang, melayang menuju pintu, dan terlempar ke luar mikrolet. Pintu sangkar terbuka dan Kyai Godheg Sonto terbang keluar sangkar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Bangsat!!!", sopir meneriaki motor yang kabur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Setan!!!", maki para penumpang. Wajah dan baju mereka basah oleh tumpahan air minum dari sangkar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Manukku!!", Ki Bayan melompat keluar. Tangan kirinya sigap menyambar sangkar, kaki tuanya bergerak cepat, berlari memburu Kyaine yang terbang menjauh. Lelaki tua itu terus berlari dan berlari sepanjang jalan. Tangan kanannya menggapai-gapai ke udara dan dan mulut keriputnya berteriak-teriak parau memanggil seekor burung perkutut yang terbang rendah melewati semrawutnya kabel-kabel telepon, pohon-pohon, dan atap-atap bangunan. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyai&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyai&lt;/span&gt;, turun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kyai&lt;/span&gt;!".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-1753806612702123157?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/1753806612702123157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/kukila-sebuah-analisis-struktural.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/1753806612702123157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/1753806612702123157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/kukila-sebuah-analisis-struktural.html' title='Kukila, sebuah Analisis Struktural cerpen'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-7328151512135547330</id><published>2009-10-16T22:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T22:39:11.887-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='unsur intrinsik cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penokohan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='plot'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sudut pandang'/><title type='text'>Membeli Laki-Laki, Sebuah Analisis Struktural Cerpen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membeli Laki-Laki Karya Yoli Hemdi&lt;br /&gt;I. Ringkasan Cerita.&lt;br /&gt;Imai seorang wanita lajang berusia 35 tahun. Dia jatuh cinta dengan seorang laki-laki muda dan sarjana, Ramang. Tetapi adat mereka mengharuskan seorang wanita memberikan uang jemputan (adat di Minangkabau, yang mengharuskan keluarga perempuan menyerahkan sejumlah uang atau barang berharga pada keluarga laki-laki). Dan uang yag dipatok oleh Pak Sati, &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;paman Ramang, begitu banyak dan mustahil untuk dipenuhi oleh Amaknya Imai. Amaknya akhirnya pasrah dia tak hendak membeli Ramang, pemuda yang menjadi tambatan hati Imai. Amak Imai ingin agar Imai melupakan Ramang dan mencari laki-laki yang tidak mahal. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi Imai tak mau karena baginya laki-laki hanyalah satu, yaitu Ramang. Ia tidak putus asa dan akhirnya ia membuat celengan bambu yang digantung di rumahnya dan setiap ia punya uang maka diisinya celengan itu dengannya. Harapannya selalu melayang pada Ramang, ia bayangkan seandainya menjadi istri ramang maka desanya akan gembira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi angannya sirna. Harapannya musnah. Saat semangatnya menabung di celengen bambu begitu menggelora dan keyakinannya akan bisa menyerahkan uang jemputan meski sudah berbulan-bulan bahkan bertahun tahun celengannya tidak juga penuh, tiba-tiba ia dengar dan tahu bahwa Ramangnya dinikahkan dengan Rahma gadis tunggal pak Sati, meski pernikahan mereka tidak didasari rasa cinta tetapi hutang budi, karena biaya sekolah Ramang ditanggung oleh Pak Sati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hancur hati imai. Hingga akhirnya ia , ngengleng atau gila.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;II. Landasan Teori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti halnya kehidupan begitulah karya sastra. Ia menciptakan dunianya sendiri yang berbeda dari dunia nyata. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia karya sastra merupakan fiksi yang tidak berhubungan dengan dunia nyata, meskipun menjadi keharusan dalam sebuah karya sastra yang baik, terutama karya sastra yang berbentuk prosa, untuk selalu memperhatikan plausabilitas atau kemasukakalan. Tetapi kemasukakalan dalam sebuah cerita tidak harus sesuai dengan kehidupan nyata manusia tetapi ia , masuk akal sesuai dengan cerita itu sendiri. Karena menciptakan dunianya sendiri, karya sastra tentu dapat dipahami berdasarkan apa yang ada atau secara eksplisit tertulis dalam teks tersebut. Karenanya, sebuah analisis intrinsik merupakan usaha mencoba memahami suatu karya sastra berdasarkan informasi-informasi yang dapat ditemukan di dalam karya sastra itu atau secara eksplisit terdapat dalam karya sastra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah karya sastra baik yang berbentuk prosa maupun puisi selalu terbangun atas dua unsur, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Novel yang merupakan salah satu bentuk prosa juga terbangun atas dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Maksudnya tatkala seseorang membaca sebuah karya sastra baik prosa maupun puisi unsur-unsur tersebut akan dapat secara langsung ditemukan dalam karya tersebut. Yang termasuk unsur intrinsik karya sastra khususnya yang berbentuk prosa (cerpen ataupun novel) antara lain, judul, alur, penokohan, setting, sudut pandang atau point of view, tema, serta style bahasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar sehingga ia tidak bisa ditemukan secara langsung oleh pembaca saat dia membaca karya tersebut. Yang termasuk unsur intrinsik karya sastra antara lain kehidupan sosial politik, tingkat pendidikan pengarang dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;III. Analisis Unsur-Unsur Intrinsik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;A. Judul &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Membeli Laki-laki karya Yoli Hemdi merupakan cerpen yang berhasil menjadi pemenang hadiah hiburan lomba penulisan cerpen yang diadakan oleh majalah Ummi. Pertama kali membaca judul cerpen ini, Membeli Laki-Laki barangkali bayangan yang tergambar pada diri kita adalah hal-hal yang tabu, yakni penjual-belian seorang laki-laki. Tetapi begitu menyimak dan menelusuri latar kejadian cerita di cerpen tersebut barulah kita mengetahui bahwa Membeli Laki-Laki adalah kata lain dari istilah adat Minangkabau, yaitu uang jemputan yaitu sejumlah uang atau barang yang diserahkan kepada keluarga laki-laki. Sehingga judul cerpen ini sekaligus memberi gambaran cerita secara keseluruhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;B. Alur &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita. Urutan peristiwa dapat tersusun berdasarkan tiga hal, yaitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Berdasarkan urutan waktu terjadinya. Alur dengan susunan peristiwa berdasarkan kronologis kejadian disebut alur linear&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Berdasarkan hubungan kausalnya/sebab akibat. Alur berdasarkan hubungan sebab-akibat disebut alur kausal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Berdasarkan tema cerita. Alur berdasarkan tema cerita disebut alur tematik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara keseluruhan cerita dalam cerpen Membeli Laki-laki ini menggunakan alur lurus maju (progresif) atau linier. Kejadian atau peristiwa pertama dalam cerita merupakan peristiwa awal kejadian yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Struktur Alur &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setiap karya sastra tentu saja mempunyai kekhususan rangkaian ceritanya. Namun demikian, ada beberapa unsur yang ditemukan pada hampir semua cerita. Unsur-unsur tersebut merupakan pola umum alur cerita. Pola umum alur cerita adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Bagian awal yang meliputi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• paparan (exposition)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• rangsangan (inciting moment)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• gawatan (rising action)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Bagian tengah yang meliputi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• tikaian (conflict)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• rumitan (complication)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• klimaks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Bagian akhir yang meliputi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• leraian (falling action)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• selesaian (denouement) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi pemisahan atau pembagian bagian alur menjadi awal, tengah dan akhir tidak bisa kita pisahkan secara betul-betul terpisah. Artinya sebenarnya bagian akhir sebuah cerita itu merupakan bagian awal dari suatu cerita. Begitu pula, akhir dari bagian tengah cerita merupakan awal bagian akhir cerita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau ditilik dari sistematika atau sruktur cerpen Membeli Laki-laki akan kita dapatkan adanya bagian awal, tengah dan bagian akhir. Meskipun demikian bagian-bagian itu tidak jelas terpisah. Ini disebabkan karena peristiwa-peristiwa dalam sebauh cerita selalu terjalin atas hubungan sebab akibat (kausalitas) yang di dunia nyata ia menjadi sunatullah, suatu peristiwa pasti selalu berakibat pada peristiwa lain dan akibat ini akan menjadi sebab yang lain dan begitu seterusnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karenanya tidak akan kita peroleh bagian yang benar-benar terpisah dengan bagian lain. Akhir dari bagian pendahuluan menjadi awal dari bagian tengah dan begitu pula akhir bagian tengah merupakan awal bagian penutup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Awal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagian awal Membeli Laki-laki digunakan oleh penulis untuk mengenalkan (paparan atau exposition) kepada pembaca pada tokoh-tokohnya, latar kehidupan serta tempat dimana para tokoh tersebut tinggal, bahkan gambaran tentang permasalahan (rangsangan atau inciting moment) yang dihadapi sang tokoh sudah bisa kita temukan dalam awal cerita ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perkenalan pada tokoh diberikan oleh pengarang pada petikan berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Bagi perempuan seperti kita, menikah hanyalah mimpi yang mahal”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Imai menancapkan tatapan heran ke arah Incim. Wanita lajang usia tiga puluh lima tahun itu tetap menekur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;……………………………………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tapi aku dicintai Ramang”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada penggalan kutipan tersebut selain kita sudah dikenalkan oleh penulis dengan nama-nama tokoh cerita, kita juga sudah diransang akan adanya permasalahan yang dihadapi tokoh-tokohnya (inciting moment). Hal ini bisa kita cermati dari ucapan sang tokoh (Incim) sebagaimana tersebut di atas. Bahkan pada bagian awal ini pula kita sudah merasakan adanya sesuatu yang gawat yang bakal menimpa tokoh utamanya (gawatan atau rising action). Hal itu juga bisa kita simak dari pembicaraan Incim dengan tokoh Imai selanjutnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Cintamu hanya untuk hatinya tetapi jasad Ramang harus kaubeli pada keluarganya. Jika yang kauingin cinta maka kau telah mendapatkan jiwanya. Kalau mau menikahinya, kau harus menukar batang tubuhnya dengan segunung uang” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Tengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai yang sudah disebutkan di atas bahwa pemisahan plot atas awal dan tengah dan akhir tidak bisa benar – benar pisah tetapi bagian tengah cerita pada dasarnya akhir bagian awal dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada bagian tengah cerita kita dapatkan bahwa sang tokoh benar-benar mendapatkan masalah. Bahkan masalah tersebut telah menjadi konflik antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kemenakanku orang terpandang, dia cadiak pandai, kalian harus membayar uang jemputan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sambil melintir kumis Pak Sati menyebut deretan angka yang membuat Amak berhenti bernafas. Uang sebanyak itu tak akan pernah terkumpulkan sampai kami mati bekerja di sawah. Jangankan mengumpulkan, menyebutkan saja betapa ngilu terasa dilidah………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Sudahlah! Kalau tak sanggup carilah menantu di jalanan”. Dia melangkah pergi setelah melempar puntung rokok lewat jendela.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Konflik tersebut menjadi begitu rumit (komplikasi) karena ternyata Imai begitu mencintai Ramang dan ia tak mau dengan laki-laki lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Tenanglah kita akan coba lagi berutang. Nanti uangnya kita pakai untuk membayar uang jemputan laki-laki, tak usah yang mahal-mahal, ya!”. Amak membantu meniup-niup mata Imai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;” Tapi aku ingin Ramang”. Gadis itu merungut-rungut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan akhirnya komplikasi itu menjadi klimaks disaat Imai berusaha mengumpulkan uang dengan semangat dan bersungguh-sungguh dengan cara membuat celengan bambu tiba-tiba saja Pak Sati menyodorkan anak gadisnya untuk Ramang. Maka baralek gadang (kenduri besar) kontan membuat semangat hidup Imai patah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;…………………………………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Segala biaya kuliah Ramang ditanggung sang mamak.Cukup sebagai senjata Pak Sati menyodorkan anak gadisnya.Pesta besar segera digelar meriah membuat orang sekampung kurang tidur seminggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baralek gadang kontan membuat semangat hidup Imai patah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Akhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada bagian akhir kita dapatkan kenyataan bahwa akhirnya tokoh utama, yakni Imai ngengleng atau gila. Penulis nampaknya ingin mengakhiri cerita dan permasalahan dengan cara yang mudah, yaitu dengan menjadikan sang tokoh utama gila. Maka selesailah semuanya. Tidak perlu memperpanjang masalah terhadap orang yang sudah gila. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada ending yang terbuka bagi pembaca untuk menafsirkan kesudahan dari tokoh ceritanya. Apakah Imai yang sudah gila akhirnya bisa sembuh atau ia akan menjadi wanita yang menjadi korban dari keangkuhan manusia yang menjadikan harta di atas segala-galanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;d. Plausabilitas, Suspense, Kebetulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam membangun peristiwa-peristiwa cerita, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan agar alur menjadi dinamis. Faktor-faktor penting tersebut adalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. faktor kemasukakalan (pausibility). Yaitu peristiwa-peristiwa cerita sebaiknya meyakinkan, tidak selalu realistik tetapi masuk akal. Penyelesaian masalah pada akhir cerita sesungguhnya sudah terkandung atau terbayang di dalam awal cerita dan terbayang pada saat titik klimaks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Faktor ketegangan (suspense). Yaitu peristiwa-peristiwa sebaiknya tidak dapat secara langsung ditebak/dikenali oleh pembaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Faktor Kejutan (surprise). Yaitu peristiwa-peristiwa tidak diduga terjadi, secara kebetulan terjadi dan mengejutkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari ketiga faktor tersebut faktor keteganganlah yang paling dominan kita dapatkan. Sejak awal cerita kita dibuat tegang dengan masalah yang dihadapi Imai. Ketegangan itu sempat mengendor ketika kita mengetahui bahwa Imai tidak bertepuk sebelah tangan. Ramang ternyata memang juga mencintainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ramang menyukaiku. Pesan inda ini disampaikan Buyung teman salapiak sakatidurannya di surau………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Syukurlah Buyung setia menjadi perantara dua hati. Hingga akhirnya kami berani saling bertukar kata meski beberapa patah saja…………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika kita mendapatkan kenyataan itu kita berharap bahwa kekuatan cinta mereka akan mampu mengalahkan dan menghancurkan segala rintangan dalam cita-cita mereka berdua, yaitu menikah. Tetapi tiba tiba kita dikejutkan dengan kenyataan cerita bahwa Pak Sati mempunyai anak gadis dan biaya kuliah Ramang selama ini emaknya-lah yang menanggungnya sehingga Ramang akhirnya tidak bisa menolak saat ia dinikahkan dengan anak gadis Pak Sati meski tanpa dasar cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mamak Ramang tak mau menanti tabungan yang mustahil membumbung. Ramang dinikahkan dengan dengan Rahma, putri tunggal Pak Sati. Pernikahan yang jelas-jelas bukan atas nama cinta kecuali hutang budi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau diperinci alur serpen tersebut kurang lebih begini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Paparan/ Eksposisi : Digunakan penulis untuk memperkenalkan tokoh utamanya yakni Imai  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sekaligus permasalahan yang dihadapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Konflik : Berupa konflik batin dan sosial yakni keinginan hati Imai yang begitu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;besar ingin menikah dengan Ramang tetapi ia harus berhadapan dengan adat di daerahnya yang mengharuskan seorang wanita menyerahkan uang jemputan bagi keluarga laki-laki yang dicintainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Klimaks : Terjadi saat Imai tahu bahwa Ramang telah dinikahkan dengan Rahma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Anti Klimaks : Imai berperilaku yang tidak wajar yaitu menebang banyak pohon bambu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menganggap setiap daun bambu sebagai uang yang kemudian ia tabung di celengan bambu yang telah banyak dibuatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;• Ending : Imai gila dan dipasung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C. Penokohan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau alur berbicara tentang peristiwa apa yang terjadi, tokoh dan penokohan berbicara tentang siapa yang mengalami peristiwa dan bagaimana cara pengarang dalam menampilkan tokoh-tokohnya baik dari segi lahir maupun batinnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam menggambarkan watak tokoh-tokohnya penulis menggunakan cara langsung dan tak langsung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Incim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dia adalah seorang wanita lajang yang sudah berusia tiga puluh liam. Seorang wanita yang mudah menyerah dengan keadaan. Hal ini tergambar dalam percakapannya dengan Imai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Bagi perempuan seperti kita, menikah hanyalah mimpi yang mahal”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Imai menancapkan tatapan heran ke arah Incim. Wanita lajang usia tiga puluh lima tahun itu tetap menekur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Imai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kebalikan dengan Incim Imai adalah sosok wanita yang pantang menyerah. Meskipun di mata Incim mustahil ia bisa menikah dengan Ramang tetapi ia tidak menyerah begitu saja, ia berusaha dan berusaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semestinya bukan aku yang memikirkan uang jemputan. Tapi mamakku sulit diharapkan. Ia hanya penjaja ikan keliling kampung……………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;……………………………………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Amak menyetujuinya. Gadis itu menggantung celengan di kamar. Tiap punya uang diselipkan recehan, ribuan atau seberapa pun. Sejak itu ia lebih bersemangat bekerja di sawah, membersihkan ladang, atau menokok kerupuk Banguak………...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Meskipun ia seorang yang pantang menyerah tetapi ia juga seorang wanita yang nrimo dan tidak banyak menuntut, kesan watak itu bisa kita simak dari percakapan batinnya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;‘Semakin sedikit keinginan akan semakin besar kebahagiaan. Itu pesan Amak yang kusimpan rapat-rapat di peti hati. Sebab itu pula aku tak pernah meminta, merengek apatah lagi mengeluh.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Amak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Amak adalah gambaran orang tua yang pasrah dengan keadaan tetapi penuh kasih sayang terhadap anaknya. Watak itu bisa kita lihat dari percakapannya dengan Imai, anaknya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; “Tenanglah kita akan coba lagi berutang.Nanti uangnya kita pakai untuk membayar uang jemputan laki-laki, tak usah yang mahal-mahal, ya!”. Amak membantu meniup-niup mata Imai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Ramang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tokoh ini mempunyai watak yang saleh, rajin mengisi pengajian dan juga seorang sarjana, hal ini diungkapkan oleh pengarang melalui tokoh Imai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;……………………………………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ramang itu seorang pemuda yang baik juga saleh. Dia rajin ke surau mengumandangkan adzan, jadi imam kemudian mengajari anak-anak mengaji atau memberi pengajian rutin untuk bapak-bapak dan ibu-ibu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ramang menyukaiku………………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;……………………………………………………………………………………Ramang pintar, dia sarjana. ………………………………………………...……&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Pak Sati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seorang yang menganggap uang segala-galanya. Dia juga seorang yang angkuh dan sombong. Kesan watak itu bisa dicermati dari sikap pembicaraannya dengan Amak Imai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Kemenakanku orang terpandang, dia cantik pandai, kalian harus membayar uang jemputan”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sambil melintir kumis , pak Sati menyebut deretan angka yang membuat Amak berhenti bernapas…..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Coba kalian bayangkan berapa uang kami pakai hingga sekarang Ramang menjadi pemuda terpandang. Tak mungkinlah kalian ambil begitu saja. Tukang panjat kelapa saja harus pakai uang jemputan. Padahal dia tak sekolah dan hanya berkawan dengan monyet”…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan ia membeli Ramang yang kemudian dinikahkan dengan putri tunggalnya Rahma, meski tidak dengan dasar cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;…. Mamak Ramang tak mau menanti tabungan yang mustahil membumbung. Ramang dinikahkan dengan Rahma, putri tunggal Pak Sati.Pernikahan yang jelas-jelas bukn atas nama cinta kecuali hutang budi. Segala biaya kuliah Ramang ditanggung sang mamak. Cukup sebagai senjata pak Sati untuk menyodorkan anak gadisnya ….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari uraian tentang penokohan tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa dalam menggambarkan watak tokoh-tokohnya penulis lebih banyak menggunakan dengan metode tidak langsung atau dramatik. Adapun cara yang digunakan adalah dengan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Percakapan batin tokoh-tokohnya (solilukui)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Tanggapan tokoh terhadap tokoh lain &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;c. Percakapan antar tokoh-tokohnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;D. Setting atau Latar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Latar dibedakan menjadi dua, yaitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Latar fisik/material. Latar fisik adalah tempat dalam ujud fisiknya (dapat dipahami melalui panca indra).Latar fisik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;a. Latar netral, yaitu latar fisik yang tidak mementingkan kekhususan waktu dan tempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;b. Latar spiritual, yaitu latar fisik yang menimbulkan dugaan atau asosiasi pemikiran tertentu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Latar sosial. Latar sosial mencakup penggambaran keadaan masyarakat, kelompok sosial dan sikap, adat kebiasaan, cara hidup, bahasa, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Peristiwa dala cerpen ini berseting tempat di sebuah desa di daerah Minangkabau. Ini bisa kita lihat dari petikan berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertarungan lumpur dari pagi hingga sore baru saja usai. Dua wanita baru saja menapaki pematang senja, mengukur hidup pendek dengan mengais upah di sawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sedangkan untuk daerah Minangkabau bisa kita simak dari istilah-istilah yang muncul pada cerpen ini, seperti uang jemputan, suntiang, jolang gadang , baralek gadang dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Baralek gadang kontan membuat semangat hidup Imai patah……………… ……………………………………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam menggambarkan latarnya apalagi latar fisiknya, pengarang berusaha mengaitkannya dengan suasana cerita dan keadaan tokoh-tokohnya. Sehingga latar fisik yang digunakan selalu menimbulkan dugaan atau asosiasi pemikiran tertentu dan menimbulkan daya bayang tentang suasana cerita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;E. Sudut Pandang Penceritaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam menceritakan ceritanya terkadang penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga tetapi kadang-kadang meloncat ke orang pertama. Perubahan sudut pandang penceritaan ini bisa kita simak dari penggalan-penggalan berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Bagi perempuan-perempuan seperti kita, menikah hanyalah mimpi yang mahal”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Imai menancapkan tatapan heran ke arah Incim Ida…..(sudut pandang orang ketiga yang berada di awal cerita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semakin sedikit keinginan akan semakin besar kebahagiaan. Itu pesan Aman yang kusimpan rapat-rapat di peti hati. Sebab itu pula aku tak pernah meminta, merengek apatah lagi mengeluh….(sudut pandang orang pertama)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hingga suatu ketika aku punya satu keinginan saja. Rasa ingin yang meletup-letup dari lubuk terdalam di bilik hati. Keinginan yang membuatku bingung mengerjakan hal paling sepele sekalipun.Ya. Aku ingin punya suami. (sudut pandang orang pertama)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ingatan Imai menembus ruang dan waktu. Sejumpun harapan meronta-ronta tentang sebidang hati yang tak terbentuk. Ramang itu seorang pemuda yang baik dan saleh. Dia rajin ke surau mengumandangkan adzan, jadi imam kemudian mengajari anak – anak mengaji atau memberi pengajian rutin untuk bapak-bapak dan ibu-ibu… (sudut pandang orang ketiga)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nampak sekali adanya pergantian sudut pandang penceritaan bahkan telah terjadi loncatan sudut pandang, yakni dari sudut pandang orang pertama menjadi sudut pandang orang ketiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sudut pandang orang pertama biasanya digunakan oleh penulis untuk memberi kebebasan tokoh untuk bersolilukui, mengadakan percakapan batin sehingga dari sana seolah penulis ingin memberikan gambaran watak dari tokoh Imai, yang menjadi tokoh sentral dan utama cerpen tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;F. Style Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karya sastra adalah sebuah karya seni yang unsur estetiknya menonjol. Keestetikan karya sastra tidak saja bisa dilihat dari pola dia ditutrkan oleh pengarangnya tetapi juga tampilan bahasa yang digunakan. Di sinilah kemampuan memilih dan menggunakan bahasa sang pengarang diuji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam cerpen Membeli Laki-Laki ini kita akan dapatkan penggunaan gaya bahasa yang cukup bervariasi. Gaya bahasa yangdapat kita temukan antara lain:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Personifikasi yaitu suatu gaya bahasa yang menganggap benda-benda mati berulah seperti manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertarungan lumpur dari pagi hingga sore baru saja usai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;………..desis Imai mengusir bayang-bayang hitam yang menyergap batinnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; 2. Metafora yaitu gaya bahasa yang mengatakan atau melukiskan sesuatu dengan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;membandingkan sesuatu yang lain. Hal itu bisa kita simak dari kutipan berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;……………………………………………………………………………………&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sama seperti gelombang rasa yang meledak di jantungku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;F. Tema dan Amanat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Cerita yang berlatar di Minangkabau ini memberikan pelajaran pada kita bahwa tatkala manusia menjadikan uang segala-galanya akan berakibat hilangnya rasa kemanusiaan manusia. Ini terwakili oleh sikap Pak Sati tatkala ia menolak bermenantu Imai yang miskin sekalipun sudah terjalin hubungan cinta di antara keduanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Sudahlah! Kalau tak sanggup, carilah menantu di jalanan”. Dia melangkah pergi setelah melempar puntung rokok lewat jendela. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Juga dari kata-katanya;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Coba kalian bayangkan berapa uang kami pakai hingga sekarang Ramang menjadi pemuda terpandang. Tak mungkinlah kalian ambil begitu saja. Tukang panjat kelapa saja harus pakai uang jemputan. Padahal dia tak sekolah dan hanya berkawan dengan monyet”…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-7328151512135547330?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/7328151512135547330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/membeli-laki-laki-sebuah-analisis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/7328151512135547330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/7328151512135547330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/membeli-laki-laki-sebuah-analisis.html' title='Membeli Laki-Laki, Sebuah Analisis Struktural Cerpen'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-8571135014179263854</id><published>2009-10-15T15:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T22:47:21.539-07:00</updated><title type='text'>Surat Kepada Tuhan, sebuah Analisis Puisi</title><content type='html'>Surat kepada Tuhan (2)&lt;br /&gt;Karya Ismet N.M. Haris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Han…,&lt;br /&gt;Seperti pernah kubilang&lt;br /&gt;Aku hidup tanpa &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;perencanaan sebelumnya&lt;br /&gt;Lahir begitu saja, menghirupudara&lt;br /&gt;Lalu dengan bekal yang kau beri&lt;br /&gt;Aku pun berusaha memaknai benda-benda&lt;br /&gt;Semampuku. Agar tak sia-sia menjadi&lt;br /&gt;Manusia, insan kamil, begitulah perjanjiannya&lt;br /&gt;Han…,&lt;br /&gt;Tapi kau pasti tah, ujudku manusia&lt;br /&gt;Sedang hatiku dihuni sekawanan ular berbisa&lt;br /&gt;Kadang di dalam kepala bersemayam&lt;br /&gt;Serigala, yang selalu memamerkan moncongnya&lt;br /&gt;Han….,&lt;br /&gt;Untuk hal yang terlampau berat ini&lt;br /&gt;Tak bosan aku mencoba campur tanganmu&lt;br /&gt;Perkenankanlah kiranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran dalam puisi itu adalah seorang manusai yang menghubungkan dirinya dengan Tuhan. Muncul kesadaran pada seorang manusia bahwa dirinya adalah makhluk Tuhan. Akan tetapi  ia lemah di hadapan Tuhan. Dia berusaha mengatasi segala permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan ini. Hal ini dapat dilihat pada bait pertama baris ke -2 samapi ke -5&lt;br /&gt;Selanjutnya sebagai makhluk Tuhan, ia juga menyadari banyak kekurangan,  banyak rintangan yang harus dihadapi.Menghadapi hal itu, dia berharap agar tidak menimbulkan kerugian bagi dirinya. Ia ingin bisa berhasil dalam hidup. Ia pun juga ta lupa  berdoa kepada Tuhan, agar segala usaha yang ia lakukan diridhoi Tuhan.&lt;br /&gt;Puisi di atas berarti  membeberkan tentang pengalaman hidup. Dari pengalaman itu penulisnya berusaha menciptakan puisi yang indah. Kata-kata dalam puisi itu jelas dan tepat mengungkapkan maksud penyairnya. Kata-kata itu juga enak didengar, diksinya tepat.&lt;br /&gt;Ada kata yang sama atau diulang (aliterasi) dalam puisi itu, yaitu kata Han. Maksudnya adalah Tuhan. Sedangkan kata-kata malam, hitam, kelam, padam menimbulkan rima yang indah, yang mempunya makna yang sama yaitu gelap, tak bercahaya, tak ada harapan kecerahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-8571135014179263854?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/8571135014179263854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/surat-kepada-tuhan-sebuah-analisis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/8571135014179263854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/8571135014179263854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/surat-kepada-tuhan-sebuah-analisis.html' title='Surat Kepada Tuhan, sebuah Analisis Puisi'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-8165320147851240184</id><published>2009-10-15T07:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T22:49:12.879-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='argumentasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jenis karangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='eksposisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='narasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='deskripsi'/><title type='text'>JENIS KARANGAN DAN LANGKAH-LANGKAH MENGARANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;JENIS KARANGAN:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Narasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Eksposisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Argumentasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persuasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. DESKRIPSI:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh deskripsi berisi fakta:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir semua pelosok Mentawai indah. Di empat kecamatan masih terdapat hutan yang masih perawan. Hutan ini menyimpan ratusan jenis flora dan fauna. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Hutan Mentawai juga menyimpan anggrek aneka jenis dan fauna yang hanya terdapat di Mentawai. Siamang kerdil, lutung Mentawai dan beruk Simakobu adalah contoh primata yang menarik untuk bahan penelitian dan objek wisata.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh deskripsi berupa fiksi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke ranting yang lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Topik yang tepat untuk deskripsi misalnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keindahan Bukit Kintamani&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suasa pelaksanaan Promosi Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan ruang praktik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan daerah yang dilanda bencana&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah menyusun deskripsi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tentukan tujuan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Tentukan aspek-aspek yang akan dideskripsikan dengan melakukan pengamatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Susunlah aspek-aspek tersebut ke dalam urutan yang baik, apakah urutan lokasi, urutan waktu, atau urutan menurut kepentingan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kembangkan kerangka menjadi deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. NARASI:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara sederhana, narasi dikenal sebagai cerita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada narasi terdapat peristiwa atau kejadian dalam satu urutan waktu. Di dalam kejadian itu ada pula tokoh yang menghadapi suatu konflik. Ketiga unsur berupa kejadian, tokoh, dan konflik merupakan unsur pokok sebuah narasi. Jika ketiga unsur itu bersatu, ketiga unsur itu disebut plot atau alur. Jadi, narasi adalah cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur. Narasi dapat berisi fakta atau fiksi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh narasi yang berisi fakta: biografi, autobiografi, atau kisah pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh narasi yang berupa fiksi: novel, cerpen, cerbung, ataupun cergam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pola narasi secara sederhana: awal – tengah – akhir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awal narasi biasanya berisi pengantar yaitu memperkenalkan suasana dan tokoh. Bagian awal harus dibuat menarik agar dapat mengikat pembaca.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagian tengah merupakan bagian yang memunculkan suatu konflik. Konflik lalu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;diarahkan menuju klimaks cerita. Setelah konfik timbul dan mencapai klimaks,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;secara berangsur-angsur cerita akan mereda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir cerita yang mereda ini memiliki cara pengungkapan bermacam-macam. Ada&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;yang menceritakannya dengan panjang, ada yang singkat, ada pula yang berusaha&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menggantungkan akhir cerita dengan mempersilakan pembaca untuk menebaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh narasi berisi fakta:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ir. Soekarno&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh narasi fiksi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga? Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah menyusun narasi (fiksi)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah menyusun narasi (fiksi) melalui proses kreatif, dimulai dengan mencari, menemukan, dan menggali ide. Cerita dirangkai dengan menggunakan “rumus” 5 W + 1 H. Di mana seting/ lokasi ceritanya, siapa pelaku ceritanya, apa yang akan diceritakan, kapan peristiwa-peristiwa berlangsung, mengapa peristiwa-peristiwa itu terjadi, dan bagaimana cerita itu dipaparkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. EKSPOSISI:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Topik yang tepat untuk eksposisi, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manfaat kegiatan ekstrakurikuler&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peranan majalah dinding di sekolah Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Catatan: Tidak jarang eksposisi berisi uraian tentang langkah/ cara/ proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh paparan proses:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara mencangkok tanaman:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut secukupnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter kira-kira 1,5 &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sampai 2 cm.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai bersih kira-kira&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sepanjang 10 cm&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah menyusun eksposisi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menentukan topik/ tema&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menetapkan tujuan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengumpulkan data dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. ARGUMENTASI:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karangan ini bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai penyokong opini tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tema/ topik yang tepat untuk argumentasi, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Disiplin kunci sukses berwirausaha&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Teknologi komunikasi harus segera dikuasai Sekolah Menengah Kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah menyusun argumentasi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Menentukan topik/ tema&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Menetapkan tujuan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mengumpulkan data dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. PERSUASI:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karangan ini bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh persuasi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Topik/ tema yang tepat untuk persuasi, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Katakan tidak pada NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hemat energi demi generasi mendatang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hutan sahabat kita&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Hidup sehat tanpa rokok&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Membaca memperluas cakrawala&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah menyusun persuasi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Menentukan topik/ tema&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Merumuskan tujuan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mengumpulkan data dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Menyusun kerangka karangan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SOAL-SOAL DAN PEMBAHASANNYA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. ”Ternyata badai ekonomi membuat beberapa wilayah negeri ini bergolak. Efek domino lepasnya Timor Timur tampak semakin menggejala. Di sana-sini muncul wacana tentang kemerdekaan wilayah. Dengan demikian, negeri ini menghadapi bahaya mahahebat, yakni disintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah melepaskan diri merupakan solusi terbaik? Untuk menjawab, kiranya merupakan langkah arif jika rakyat negeri ini kembali melihat sejarah. Kerajaan-kerajaan kecil terbukti lemah menghadapi tangan-tangan raksasa orang manca.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kutipan karangan di atas termasuk jenis karangan…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.narasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.eksposisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.persuasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.argumentasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Karena kutipan karangan tersebut termasuk jenis karangan argumentasi karena mengandung unsur opini dan disertai dengan alasan yang berupa fakta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. “Ketombe memang amat menjengkelkan, tidak hanya bagi wanita, tetapi juga bagi pria. Bila Anda terkena penyakit ini dan belum menemukan obat mujarab, di sinilah Anda dapat menemukan beberapa cara yang mudah untuk mengatasinya. Cobalah salah satu cara berikut yang menurut Anda paling sesuai dan paling mudah untuk Anda lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paragraf di atas termasuk jenis karangan…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.narasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.eksposisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.argumentasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.persuasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Karena paragraf di atas berisi harapan penulis agar pembaca melakukan apa yang dianjurkan penulis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. ”Burung-burung gereja beterbangan di antara dedaunan pohon akasia. Sesekali terdengar cicit mereka. Suara klakson dan deru mobil mahasiswa satu demi satu beranjak pergi. Suasana kampus kembali sunyi.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paragraf di atas termasuk jenis karangan…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.persuasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.argumentasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.eksposisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.narasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Paragraf di atas menggambarkan suasana kampus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. “Kita akan tetap saling memiliki, walau jarak telah memisahkan kita. Persahabatan yang kita lalui rasanya terlalu berarti kalau harus diakhiri begitu saja. Kecuali …….,” kata-kataku menggantung di udara, tiba-tiba saja pikiran itu melintas, seandainya seseorang datang dalam kehidupan Rina! Tidak, aku menggeleng kuat-kuat. Rasa marah menyedak dadaku. Cemburu? Aku tak tahu. Namun rasanya sulit untuk menerima bila hal itu menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat tinggal Amerika, Universitas Oklahoma, dan semua kenangan pahit dan manis. Selamat tinggal. Kabut memenuhi mataku dan rongga hatiku ketika pesawat lepas landas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kutipan di atas termasuk jenis karangan….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.eksposisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.narasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.argumentasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.persuasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Kutipan di atas merupakan cerita fiksi karena terdapat peristiwa, tokoh, dan seting.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. ”Service dalam bermain tenis lapangan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut. Pertama, ambillah posisi di luar garis belakang dan agak ke tengah. Kedua, lakukan konsentrasi untuk beberapa detik dan aturlah posisi kaki. Ketiga, bungkukkan badan ke depan sedikit sambil melempar bola ke atas, raket diayunkan ke belakang dan dengan cepat pukullah bola dengan kekuatan maksimal. Bola akan melayang dengan cepat.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Paragraf di atas termasuk jenis karangan…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.eksposisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.argumentasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.narasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.persuasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Paragraf di atas termasuk jenis eksposisi (paparan proses).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. (1) Mengumpulkan informasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) Mengembangkan kerangka menjadi karangan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) Menetapkan tema&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4) Menyusun kerangka karangan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5) Menentukan tujuan penulisan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah-langkah yang benar adalah dengan urutan sebagai berikut…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. (1), (2), (3), (4), (5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. (3), (5), (1), (4), (2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. (4), (1), (5), (3), (2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. (5), (2), (3), (1), (4)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. (3), (4), (1), (5), (2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Karena urutan langkah yang logis untuk mengarang terdapat pada opsi b.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Perhatikan proses membuat pakaian jadi berikut!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) membuat pola&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) mengukur badan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) menggunting bahan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4) menentukan model&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5) menjahit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Urutan proses bila kita akan membuat pakaian jadi yang benar adalah….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. (3), (1), (2), (4), (5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. (2), (4), (3), (1), (5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. (4), (2), (1), (3), (5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. (1), (4), (3), (2), (5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. (4), (1), (2), (3), (5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Karena urutan proses yang logis untuk soal di atas adalah opsi C&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. (1) Pemberian hadiah bagi siswa yang kreatif&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) Majalah dinding merupakan sarana komunikasi intern&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) Majalah dinding merupakan wadah kreativitas siswa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4) Adanya majalah dinding, minat baca dan minat tulis siswa meningkat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5) Peran serta guru dalam pengelolaan majalah dinding sangat diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di antara kalimat-kalimat utama di atas yang tidak tepat untuk digunakan dalam kerangka karangan yang bertema Majalah Dinding di sekolah adalah kalimat nomor…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.(1)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.(2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.(3)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.(4)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.(5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan:Kalimat nomor (1) tidak tepat untuk digunakan dalam kerangka karangan yang bertema Majalah Dinding di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Perhatikan butir-butir kerangka berikut!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(1) Padahal pemanfaatan dunia kelautan Indonesia sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(2) Yang penting, perlu menyediakan sumber daya manusia bidang kelautan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(3) Geografis perairan Indonesia sangat strategis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(4) Tetapi, kebijakan pembangunan belum memanfaatkan potensi geografis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(5) Juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pendidikan ilmu kelautan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Butir-butir kerangka yang bertema kelautan tersebut akan menjadi kerangka yang baik jika menggunakan urutan….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. (5), (4), (1), (3), (2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. (4), (3), (5), (2), (1)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. (2), (3), (1), (4), (5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. (3), (4), (1), (5), (2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. (1), (2), (3), (5), (4)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Karena urutan yang logis untuk tema tersebut adalah opsi d.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. (1) Musim kemarau panjang tahun ini merupakan bencana bagi daerah kami. (2) Sungai yang mengalir di tengah-tengah desa kering kerontang. (3) Bahkan sumur pun banyak yang tak berair lagi. (4) Sawah dan ladang seperti hangus dan dimakan oleh terik matahari. (5) Tanah pecah berbongkah-bongkah, tanaman pun hampir tak ada yang berwarna hijau lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang tidak termasuk kalimat deskripsi dalam paragraf di atas, yaitu kalimat nomor….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.(1)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.(2)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.(3)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.(4)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.(5)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Karena kalimat nomor (1) bukan merupakan gambaran melainkan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Ciri pengembangan karangan eksposisi adalah….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Mengungkapkan fakta yang diperjelas dengan grafik, gambar, atau statistik &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk memperjelas informasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Mengungkapkan fakta yang diperjelas dengan grafik, gambar, atau statistik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;untuk membuktikan atau mempengaruhi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Merangsang indra pembaca pada suatu objek yang digambarkan oleh penulis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Menceritakan urutan peristiwa secara kronologis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Mengajak pembaca mengikuti anjuran penulis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Karena opsi a merupakan ciri pengembangan karangan eksposisi yaitu untuk memperjelas informasi bagi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Jika akan menjelaskan pengertian dan fungsi pasar, kita dapat &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menggunakan karangan….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.argumentasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.eksposisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.deskripsi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.narasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.persuasi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan: Karena karangan eksposisi adalah menjelaskan informasi untuk memberi pengetahuan bagi pembaca.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Topik yang dapat dikembangkan menjadi karangan argumentasi adalah….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Alasan pemerintah DKI membangun sistem transportasi Jakarta seperti &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;busway.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Bentuk fisik bus angkutan trans-Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Kisah perjalanan Sutiyoso, dari Pangdam Jaya sampai menjadi Gubernur DKI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Proses pembuatan dan perakitan bus trans-Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e. Himbauan pemerintah DKI kepada masyarakat pengguna trans-Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-8165320147851240184?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/8165320147851240184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/jenis-karangan-dan-langkah-langkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/8165320147851240184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/8165320147851240184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/10/jenis-karangan-dan-langkah-langkah.html' title='JENIS KARANGAN DAN LANGKAH-LANGKAH MENGARANG'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-8883226298541259027</id><published>2009-09-24T08:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T22:50:26.931-07:00</updated><title type='text'>Tasyabuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Telah menyampaikan berita kepada kami Utsman bin Abi Syaibah ( yang dia menyatakan bahwa ) Abu an Nadlri telah menyampaikan berita kepada kami ( yang dia memyatakan bahwa ) Abdurrahman bin Tsabit telah manyampaikan berita kepada kami ( yang dia menyatakan bahwa ) Hassan bun ‘Atiyah telah menyampaikan berita kapada kami ( berita itu bersal ) dari Abu Munib al Jurasyi, ( berita itu berasal ) dari Ibnu Umar berkata : “ bersabda Rasulullah SAW barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka “ ( HR. Abu Dawud )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam adalah penyerahan total kepada Alloh sehingga&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; apa-apa yang datang dari Rasululloh harus diterima. Semua yang datang dari Al Qur’an dan Sunnah harus direalisir, baru setelah itu kita boleh mencari-cari alasan dan sebab-sebab kita berbuat. Dalam kehidupannya, seorang muslim selayaknya mendahulukan Al Qur’an dan Sunnah dalam pertimbangan amalnya, bukan sekedar mengikuti apa yang sedang ngetrend atau apa yang kebanyakan dilakukan manusia apalagi orang-orang yang jelas-jelas menentang Alloh dan Rasul-Nya (orang kafir). Sebab meniru atau mengikuti sesuatu yang tidak jelas sumbernya bukan hanya akan membuat pelakunya terjerumus pada perbuatan bid’ah yang mengundang dosa tapi bisa lebih fatal lagi akan mengganggu keberadaan iman dalam dirinya. Karenanya Rasulullah menegaskan ‘barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.’&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tasyabuh berarti meniru atau mencontoh, menjalin, mengaitkan diri, dan mengikuti. At Tasybih berarti peniruan. Pengertian tasyabuh sebenarnya secara etimologis adalah bentuk masdar dari تشبه يتشبه - yang berarti menyerupai orang lain dalam suatu perkara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan secara terminologis adalah menyerupai orang – orang kafir dan menyelisihi Rasulullah dalam hal aqidah, ibadah, perayaan / sertemonial/ hari – hari besar, kebiasaan, ciri – ciri khas, dan aklhlak yang merupakan ciri khas bagi mereka. Sehingga dari pengertian tersebut jelas bahwa perkara – perkara yang termasuk tasyabuh dan di haruskan menyelisihinya mencakup semua perkara yang merupakan ciri khas bagi mereka ( di setiap masa ) baik dalam hal aqidah, ibadah, hari – hari besar, penampilan / model, ataupun tingkah laku. Sebagaimana yang dikatakan oleh Asy Syaikh Muhammad As Sholih Al Utsaimin rh. berkata ,” Tasyabuh dengan orang – orang kafir terjadi dalam hal penampilan, pakaian, tempat makan, dan sebagainya karena ia adalah kalimat yang bersifat umum. Dalam artian, bila ada seseorang yang melakukan ciri khas orang – orang kafir, dimana orang yang melihatnya mengira bahwa ia termasuk golongan mereka ( maka saat itulah di sebut dengan tasyabuh, pen )” ( Majmu Darus Fatawa al Haramil Makki,3/367).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hukum tasyabuh dengan orang – orang kafir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rh berkata, “Telah kami sebutkan sekian dalil dari al Qur’an, Sunnah, Ijma’, Atsar ( amalan / perkataan tabi’in ), dan pengamalan yang semuanya menunjukkan bahwa menyerupai mereka di larang secara global. Sedangkan menyelesihi tata cara mereka merupakan sesuatu yang di syari’atkan baik yang sifatnya wajib ataupun anjuran sesuai dengan tempatnya masing – masing.” Iqtidho Ash-Shirotil Mustaqim,1/473)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa tasyabuh dilarang&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Seluruh amalan orang kair pada dasarnya sesat dan rusak (baca: QS. 25: 23) Karenanya, meskipun dalam pandangan manusia amalan mereka baik tapi dalam pandangan Allah laksana debu yang beterbangan, tiada nilainya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Menjatuhkan orang islam menjadi pengekor orang kafir dan melawan Alloh dan Rasul. (QS. 4: 115)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam ayat ini Alloh menyamakan orang yang mengikuti jalan orang-orang kafir Alloh akan membiarkan mereka dengan kesesatannya, sehingga ia semakin jauh dan semakin jauh dari petunjuk Alloh. Dan bisa jadi ia akan menganggap kesesatan yang dilakukannya sebagai kebaikan yang harus diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Menyebabkan problematika penyusaian antara pengikut dan yang diikuti. Kesesuaian ini bentuk ini akan mencondongkan hati kepadanya, mempersaudarakan serta menjadikan persesuaian dalam perkataan dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita tentu pernah melihat orang yang mengidolakan seseorang ia akan berusaha menyesuaikan tingkah lakunya dengan tingkah laku yang diidolakannya, mulai dari cara berjalan, berpakaian, berbicara bahkan kalau ia mampu dalam setiap aspek kehidupannya. Dalam kondisi seperti itu ia tidak lagi berfikir apa aqidah yang mereka anut. Lebih fatal lagi keta’ajubannya kepada orang yang ditiru akan mewariskan rasa cinta dan lemah lembut kepada dirinya. padahal, Alloh melarang orang islam untuk menjadikan orang kafir sebagai teman dekatnya (baca QS: Ali Imran : 118-119)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bahaya Tasyabuh terhadap orang kafir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan inilah bahaya yang diakibatkan karena seeorang tasyabuh kepada orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Parisipasi dalam penampilan dan akhlak akan mewarisi kesesuaian dan kecenderungan kepada mereka, yang kemudian mendorong untuk saling menyerupai dalam hal akhlak dan perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Menyerupai dalam penampilan dan akhlak, menjadikan kesamaan penampilan dengan mereka, sehingga tidak tampak lagi perbedaan secara dhohir antara umat Islam dengan Yahudi dan Nashoro ( orang – orang kafir ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Itu terjadi pada hal – hal yang asalnya mubah. Dan bila terjadi pada hal – hal yang menyebabkan kekafiran, maka sungguh ia telah jatuh kedalam cabang kekafiran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Tasyabuh dengan orang – orang kafir dalam perkara – perkara dunia akan mewariskan kecintaan dan kedekatan kepada mereka. Lalu bagaimana dalam perkara – perkara agama ? sungguh kecintaan dan kedekatan itu akan semakin besar dan kuat, padahal kecintaan dan kedekatan terhadap mereka dapat meniadakan keimanan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Lebih dari itu, Rasulullah SAW telah menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;من تشبه بقو م فهو منهم&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari mereka “ ( HR. Ahmad dan Abu dawud dari sahabat Abdullah bin Umar ra.., di sohihkan oleh Asy Syaikh Albani dalam sohih Al Jami’ no. 6025 )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-8883226298541259027?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/8883226298541259027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/09/tasyabuh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/8883226298541259027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/8883226298541259027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/09/tasyabuh.html' title='Tasyabuh'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-1571722392686648181</id><published>2009-07-22T15:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T16:03:48.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mlm'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahterasia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trafik'/><title type='text'>Meningkatkan Trafik dengan MLM</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada info baru dari sobat blogger di blog &lt;a href="http://www.bisnisqta.com/"&gt;buitenzblog&lt;/a&gt;. Ternyata, MLM sekarang gak cuma digunakan buat nyari uang saja baik &lt;a href="http://www.bisnisqta.com/"&gt;bisnis online&lt;/a&gt; maupun &lt;a href="http://www.detox.rejekilancar.com/"&gt;bisnis offline&lt;/a&gt;. Di dunia blogger, sistem MLM ini juga digunakan untuk mendapatkan backlink yang banyak. Buat temen-temen blogger lain yang ingin mengikuti MLM Backlink ini, silahkan copy paste tulisan dibawah ini dengan mengikuti ketentuan yang telah dibuat.... yang pasti Gratis sob... dan kita lihat seberapa ampuh sistem MLM digunakan untuk backlink...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang meragukan kedahsyatan faktor kali? Siapa yang menganggap remeh kehebatan penyebaran produk dengan pemasaran sistem Multi Level Marketing? Nah, saya ingin mencoba mengajak anda semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya sangat mudah. Anda hanya perlu meletakkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;link-link berikut ini &lt;/span&gt;di blog atau artikel anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.facebook.com/"&gt;Facebook&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://profiles.friendster.com/"&gt;Friendster&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.facebook.com/"&gt;Google&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://cafebisnis.com/"&gt;Bisnis Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;a href="http://dimas0883.blogspot.com/"&gt;dimas0883 blogspot&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;a href="http://freeware-asik.blogspot.com/"&gt;Freeware-Asik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;a href="http://buitenzblog.blogspot.com/"&gt;Buitenzblog&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;a href="http://bisnisinternetok.blogspot.com/"&gt;BisnisInternet Ok..!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://www.formulabisnis.kabarku.com/"&gt;Formulabisnis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;a href="http://www.bahterasia.blogspot.com/"&gt;Blog Bahasa dan Sastra Indonesia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tapi ingat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, sebelum anda meletakkan link diatas, anda harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link anda sendiri di bagian paling bawah (nomor 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tiap peseta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika posisi anda 10, jumlah backlink = 1&lt;br /&gt;Posisi 9, jml backlink = 5&lt;br /&gt;Posisi 8, jml backlink = 25&lt;br /&gt;Posisi 7, jml backlink = 125&lt;br /&gt;Posisi 6, jml backlink = 625&lt;br /&gt;Posisi 5, jml backlink = 3,125&lt;br /&gt;Posisi 4, jml backlink = 15,625&lt;br /&gt;Posisi 3, jml backlink = 78,125&lt;br /&gt;Posisi 2, jml backlink = 390,625&lt;br /&gt;Posisi 1, jml backlink = 1,953,125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semuanya menggunakan kata kunci yang anda inginkan. Dari sisi SEO anda sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline anda mengklik link itu, anda juga &lt;a href="http://www.bahterasia.blogspot.com"&gt;mendapatkan traffik tambahan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link web anda di posisi 10. Ingat, anda harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika anda tiba2 di posisi 1, maka link anda akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.. dan mari kita lihat bagaimana efeknya...! Inilah gambarannya&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_i7tvMjjhy44/Sj885BygugI/AAAAAAAAAEs/vuo69tLn4Rg/s320/binary2.jpg" border="0" width="320" height="240" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-1571722392686648181?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/1571722392686648181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/meningkatkan-trafik-dengan-mlm.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/1571722392686648181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/1571722392686648181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/meningkatkan-trafik-dengan-mlm.html' title='Meningkatkan Trafik dengan MLM'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_i7tvMjjhy44/Sj885BygugI/AAAAAAAAAEs/vuo69tLn4Rg/s72-c/binary2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-3557949569345341356</id><published>2009-07-12T00:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T10:46:15.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='start'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontes'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='joko susilo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dreaming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dasyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='action'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop'/><title type='text'>Stop Dreaming Start Action, kontes seo terdasyat bagi netter Indonesia</title><content type='html'>&lt;?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?&gt;&lt;br /&gt;&lt;!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Strict//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-strict.dtd"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa tidak kenal joko susilo, seorang pebisnis online Indonesia yang hari ini semakin ngetrend. Dia yang selalu mengobarkan semangat stop dreaming start action bagi netter khususnya di Indonesia dan terlebih bagi para &lt;a href="http://www.formulabisnis.com/?id=ewafa"&gt;member SMUO nya&lt;/a&gt;. Kata-kata yang selalu diserukan dalam setiap blognya adalah &lt;a href="http://www.jokosusilo/"&gt;stop dreaming start action&lt;/a&gt;. Dan inilah saatnya action para netter ditantang. Sang  visioner saat ini menggelar kontes seo terdasyat. Dengan hadiah sekitar 25 juta bagi yang menang, sang visioner menantang kita. Sungguh sebuah sebuah kontes seo yang sangat menantang khususnya bagi &lt;a href="http://www.bahterasia.blogspot.com/"&gt;para newbie&lt;/a&gt;. Bukan karena hadiah kontes tersebut tetapi kemampuan action para netter baik yang sudah mahir maupun yang masih &lt;a href="http://www.formulabisnis.kabarku.com/"&gt;newbie, tertuntut untuk dibuktikan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Netter yang selama ini merasa sudah jaya dalam seo kini  kemampuan action nya akan dipertaruhkan dengan para peserta kontes lainnya. Apakah action  nya selama  ini sudah benar-benar ampuh dan sulit untuk dikalahkan ataukah  akan dengan mudah dikalahkan. Karenannya ayo action di kontes seo ini.  Dan Stop Dreaming Start Action harus selalu diperhatikan baik bagi netter yang profesional maupun yang  masih newbie. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya, bagi seorang newbie yang ingin menggeluti dunia maya dengan bisnis online tawaran di internet yang mengalir selalu menjanjikan hingga kita terkadang terasa diajak melambung, dengan mimpi. Mimpi ingin menjadi seorang pebisnis online yang sukses. Tetapi oleh Joko diingatkan bahwa semua dreaming atau mimpi itu tidak akan menjadi kenyataan manakala tidak ada action atau tindakan. Karenanya, stop dreaming start action merupakan slogan yang harus diperhatikan oleh semua netter, bahkan yang sudah profesional sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang profesional kejayaannya di dunia maya akan menjadi senjata yang makan tuan bila ia menghentikan action nya, karena ibarat banjir bandang, dunia maya selalu berkembang dengan pesat. Bahkan perkembangannya terlalu cepat hingga terkadang kita tidak bisa mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagi seorang newbie tidak usah risau dan khawatir. Action, action dan action harus selalu dilakukan. Jangan pernah berhenti untuk melangkah apalagi kita hanya terpana dan terpaku dalam imipian. Bagaimana pun dreaming (impian) yang melambung tidak akan ada artinya tanpa diikuti dengan action. Karenanya, stop dreaming sejak saat ini dan take action. Yakinlah kalau keseriusan pasti akan mendatangkan hasil. Bahkan hasil yang akan didapatkan sesuai dengan jerih payah yang diuasahakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk menguji kemampuan action kita dalam hal seo mengapa kita tidak ikut kontes seo ini? Bukankah seorang siswa dan siapapun dinamakan berhasil jika sudah melewati suatu ujian. Nah jika Anda ingin membuktikan kemampuan action Anda kita diuji oleh Joko Susilo dengan action nya menggelar kontes seo dengan keyword stop dreaming start action. So let's stop dreaming and start action now!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-3557949569345341356?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/3557949569345341356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/stop-dreaming-start-action-kontes-seo.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/3557949569345341356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/3557949569345341356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/stop-dreaming-start-action-kontes-seo.html' title='Stop Dreaming Start Action, kontes seo terdasyat bagi netter Indonesia'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-6311248403235200955</id><published>2009-07-12T00:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T00:50:16.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='start'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dreaming'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='action'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop'/><title type='text'>STOP DREAMING START ACTION</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.rejekilancar.com/#STOP DREAMING START ACTION"&gt;STOP DREAMING START ACTION&lt;/a&gt;, Anda tentu sudah sering mendengar atau membaca ungkapan itu. Benar! Stop dreaming start action adalah ungkapan yang sering dilontarkan oleh Joko Susilo, seorang pebisnis internet yang saat ini sedang ngetrend dengan produk informasinya, SMUO (Sistem Mesin Uanng Otomatis). Ungkapan sang &lt;a href="http://www.JokoSusilo.com"&gt;visioner&lt;/a&gt;: stop dreaming start action ini pula yang selalu terngiang dalam telinga saya. Mengapa sampai begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang netter, apalagi pebisnis online yang masih baru, internet ibarat hutan emas. Berbagai tawaran begitu menggiurkan, hingga terkadang membuat seorang newbie terkadang ternganga hingga tak dapat bicara. Setiap kali dia mencoba mencari informasi tentang &lt;a href="http://www.formulabisnis.kabarku.com"&gt;bison (bisnis online)&lt;/a&gt;, angannya selalu diajak melambung oleh tawaran-tawaran menggiurkan. Tapi bisakah itu semuan membuat keadaaannya berubah? Tentu anda sepakat dengan saya TIDAK BISA. Sebab bisnis apapun menuntut adanya action (tindakan). Impian atau dreaming sedasyat apapun tidak akan merubah kondisi seseorang kalau tidak diikuti dengan action. Sebaliknya sekecil apapun action yang dilakukan pasti akan mendatangkan perubahan, sekecil apapun. Karenanya &lt;a href="http://www.JokoSusilo.com"&gt;sang visioner&lt;/a&gt; selalu mengatakan :"&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;stop dreaming start action&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;". Dan kredo ini harus selalu ada dalam setiap orang, kalau dia ingin berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ungkapan &lt;a href="http://www.formulabisnis.kabarku.com/bisnis-kita/Stop-Dreaming-Start-Action-Kredo-ini-untuk-siapa-15649.html"&gt;stop dreaming start action&lt;/a&gt; bukan hanya penting untuk pemula. &lt;a href="http://www.JokoSusilo.com"&gt;Pebisnis&lt;/a&gt; yang sudah jaya pun harus senantiasa melakukan action karena dunia maya selalu  berkembang. Bahkan perkembangannya terlalu cepat, tidak sebanding dengan kemampuan seseorang dalam mengimbanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, stop dari segala impian dan angan-angan tetapi segeralah action untuk meraih impian kita. Stop dari segala kecurigaan terhadap tawaran lalu segeralah action dengan penuh perhitungan dan pertimbangan yang matang serta kecermatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau mulailah memunculkan &lt;a href="http://www.formulabisnis.kabarku.com/motivasi/KENAPA-AKU-NDAK-BISA-TERBANG-SEPERTI-ELANG-13869.html"&gt;impian-impian&lt;/a&gt; baru karena terkadang dreaming atau impian itu diperlukan untuk memacu kita melakukan action. Dan impian itu pula yang justru membuat hidup kita menjadi hidup. Tetapi selalulah menyertakan action dalam dreaming kita. So, stop dreaming and start action untuk mencapai perubahan yang berarti dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-6311248403235200955?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/6311248403235200955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/stop-dreaming-start-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/6311248403235200955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/6311248403235200955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/stop-dreaming-start-action.html' title='STOP DREAMING START ACTION'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-3675304115521134759</id><published>2009-07-10T18:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-11T07:19:30.902-07:00</updated><title type='text'>TELAAH BUKU TEKS BAHASA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;TELAAH BUKU TEKS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.DENTITAS BUKU TEKS&lt;br /&gt;1.Judul                          &lt;br /&gt;Bahasa dan Sastra Indonesia I&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;2.Pengarang &lt;/span&gt;                &lt;br /&gt;Nurhadi, Dawud, Yuni Pratiwi&lt;br /&gt;3.Editor                          &lt;br /&gt;Ida Safrida&lt;br /&gt;4.Setting dan Layout&lt;br /&gt;Tim Bahasa Dept. Setting&lt;br /&gt;5.Desain sampul&lt;br /&gt;Achmat  Taufik&lt;br /&gt;6.Percetakan&lt;br /&gt;PT. Gelora Aksara&lt;br /&gt;7.Penerbit &lt;br /&gt;Erlangga, Jakarta&lt;br /&gt;8.Tahun Terbit&lt;br /&gt;2005&lt;br /&gt;9.Ditujukan untuk&lt;br /&gt;SMP/ MTs kelas VII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.SUDUT PANDANG PENDEKATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia merupakan sarana komunikasi dan sastra merupakan salah satu hasil budaya yang  menggunakan bahasa sebagai sarana kreativitas dan pengejawantahannya. Bahasa dan sastra Indonesia seharusnya diajarkan kepada siswa melalui pendekatan yang  sesuai dengan hakikat dan fungsinya&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, fungsi utama bahasa adalah sarana komunikasi. Bahasa dipergunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antarpenutur untuk berbagai keperluan dan situasi pemakaian. Untuk itu, orang tidak akan  berpikir tentang sistem bahasa, tetapi berpikir bagaimana menggunakan bahasa ini secara tepat sesuai dengan konteks dan situasi. Jadi, secara pragmatis bahasa lebih merupakan suatu  bentuk kinerja dan performansi daripada sebuah sistem ilmu. Pandangan ini membawa  konsekuensi bahwa pembelajaran bahasa haruslah lebih menekankan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi daripada pembelajaran tentang  sistem bahasa.&lt;br /&gt;Sementara itu, sastra adalah satu bentuk sistem tanda karya seni yang menggunakan media bahasa. Sastra ada untuk dibaca, dinikmati, dan dipahami, serta dimanfaatkan, yang antara lain untuk  mengembangkan wawasan kehidupan. Jadi, pembelajaran sastra seharusnya ditekankan pada kenyataan bahwa sastra merupakan salah satu bentuk seni yang dapat  diapresiasi. Oleh karena itu, pembelajaran sastra haruslah bersifat apresiatif. Sebagai konsekuensinya, pengembangan materi, teknik, tujuan, dan arah pembelajaran sastra haruslah lebih menekankan kegiatan pembelajaran yang bersifat apresiatif.&lt;br /&gt;Pendekatan pembelajaran bahasa yang menekankan aspek kinerja atau keterampilan berbahasa dan fungsi bahasa adalah pendekatan komunikatif, sedangkan pendekatan pembelajaran sastra yang menekankan apresiasi  sastra adalah pendekatan apresiatif. Pendekatan lain yang biasa digunakan dalam setiap pembelajaran adalah pendekatan proses dimana siswa secara aktif dan kreatif dengan bimbingan guru berusaha menemukan pola-pola berbahasa dengan cara mencatat pola-pola bermakna yang dijumpai dalam setiap kegiatan berbahasa di kelasnya untuk kemudian menggunakannya dalam kegiatan komunikasi sehari-hari, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis.&lt;br /&gt;Ketiga pendekatan tersebut di atas- lah yang dipakai oleh ketiga penyusun buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia. Hal ini telihat dari kata pengantar yang disampaikan penyusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Pengajaran Bahasa Indonesia hendaknya dikembalikan pada kedudukan yang sebenarnya, yaitu melatih kalian membaca, menulis, berbicara dan mengapresiasi sastra. ....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga pendekatan tersebut tercermin dalam setiap bab pelajaran. Pada setiap bab pelajaran selalu ada 3 kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan lanjutan.&lt;br /&gt;Pada kegiatan awal siswa diberi tugas-tugas sebagai bahan pretest untuk memasuki kegiatan inti, yang merupakan target pembelajaran pada setiap pelajaran dan pada setiap keterampilan berbahasa. Kemudian bagian ketiga adalah bagian kegiatan lanjutan. Kegiatan lanjutan diberikan sebagai pengayaan dan pemamtapan siswa terhadap inti pelajaran pada setiap keterampilan berbahasa.&lt;br /&gt;Sebagai gambaran kita akan lihat pelajaran pertama buku teks ini yang bertema Pengalaman Mengesankan dengan sub tema membaca pemahaman untuk menemukan gagasan utama.&lt;br /&gt;Pada sub tema ini kegiatan terbagi menjadi 3 seperti yang telah tersebut di atas, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan lanjutan.&lt;br /&gt;Pada kegiatan awal siswa diajak untuk mendata kebiasaan-kebiasaan dalam membaca sehingga siswa bahkan guru akan mengetahui sudah seberapa besar minat anak terhadap kegiatan membaca. Setelah mendata kebiasaan-kebiasaan membaca siswa diajak untuk mengenali cara penggambaran objek dalam sebuah teks. Kedua kegiatan ini merupakan kegiatan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan inti yaitu membaca pemahaman untuk mengenali gagasan utama dan gagasan penjelas dalam sebuah teks atau bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;III. BAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kelayakan Materi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesesuaian Materi Buku Teks dengan Kurikulum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum merupakan suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana pendidikan dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan oleh guru di sekolh.  Pengertian ini mengharuskan setiap perencanaan dan usaha yang dilakukan oleh pelaku pendidikan termasuk pembuat bahan ajar baik yang berupa buku atau yang lainnya harus mengacupada kurikulum yang berlaku.&lt;br /&gt;Pada kurikulum Bahasa Indonesia 2004 kemampuan berbahasa dibedakan menjadi dua, yaitu kemampuan terhadap materi kebahasaan dan kemampuan materi kesastraan sehingga dituntut dalam setiap keterampilan berbahasa (mendengar, berbicara, membaca dan menulis) kedua kemampuan berbahasa tersebut harus mendapat perhatian.&lt;br /&gt; Materi yang ada dalam buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia yang kami telaah ini telah mencerminkan hal tersebut. Kelengkapan materi dalam buku teks ini bisa dilihat dari adanya wacana, pemahaman terhadap wacana, fakta kebahasaan dan kesastraan dan juga adanya penerapan konsep dasar baik dari materi kebahasaan maupun kesastraan melalui pelatihan, tugas serta kegiatan mandiri sehingga peserta didik mampu menggali dan memanfaatkan informasi serta menyelesaikan masalah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keakuratan Materi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Wacana yang disajikan dalam buku teks ini sesuai dengan kenyataan tidak dibuat-buat. Hal ini terbukti disebutkannya sumber secara jelas di samping itu bacaan yang ada sesuai dengan tingkat pemahaman siswa kelas VII SMP/ MTs.&lt;br /&gt; Sementara itu keakuratan konsep dan teori tercermin dari kesesuaian teori dan konsep yang disajikan untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) dengan definisi yang berlaku dalam bidang ilmu bahasa (linguistik) dan ilmu sastra. Selain itu keakuratan teori dan konsep itu terlihat  juga dalam penggunaannya yang tepat sesuai dengan fenomena yang dibahas dan tidak menimbulkan banyak tafsir (ambigu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff9900;"&gt;3. Keakuratan dalam memilih contoh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Contoh-contoh latihan yang disajikan menunjukkan keruntutan konsep dari yang mudah ke yang sukar, dari yang konkret ke abstrak, dari yaang sederhana ke yang kompleks dari yang telah dikenal sampai ke pengembangannya.&lt;br /&gt;Sebagai contoh kita akan ambil materi pada pelajaran pertama.&lt;br /&gt;Tema Pelajaran Pertama adalah Pengalaman Mengesankan. Sebelum peserta didik diberi tugas membaca pemahaman dengan menemukan gagasan utama disajikan, penyusun mengajak peserta didik melihat kebiasaan-kebiasaan mereka dalam membaca termasuk mendata buku apa saja yang telah dibacanya. Setela itu peserta didik diajak untuk mengenali cara-cara yang sering dilakukan oleh para pengarang dalam menggambarkan objek kemudian barulah peserta didik diajak untuk membaca pemahaman untuk mengenali gagasan utama dan gagasan penjelas dengan model pembimbingan dengan cara memberikan tips menemukan ide dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pendukung Materi Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Relevansi ilustrasi dengan tema atau subtema.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Gambar lebih mudah diserap dan lebih tahan dalam memori seseorang daripada kata-kata. Karenanya dalam berusaha membuat tampilan buku ini lebih menarik minat siswa untuk mempelajari materi di dalamnya, dalam sebagian besar bab dan subbab buku ini menampilkan ilustrasi, baik yang berupa gambar, grafik maupun tabel.&lt;br /&gt;Kalau dilihat secara keseluruhan tampilnya ilustrasi di awal setiap pelajaran memang sudah mencerminan tema yang akan dibahas dalam setiap pelajaran. Tetapi ketika dicermati lebih lanjut masih terdapat ilustrasi-ilustrasi yang kurang mendukung permasalahan baik tema maupun sub temanya. Sebagai contoh ditambilkannya gambar sendratari pada halaman 148 Pelajaran 9  pada kegiatan awal, sementara  kegiatan yang ditugaskan adalah menjelaskan makna kata berimbuhan. Contoh yang lain misalnya pada pelajaran pertama di halaman 5 ditampilkan gambar dua orang peselancar padahal judul wacana Pulau Nias Penuh Sejarah dan Budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Relevansi materi dan bahan dengan tingkat usia siswa&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahap perkembangannya, siswa SMP berada pada tahap periode  perkembangan yang sangat pesat dalam setiap aspeknya. Salah satu aspek ersebut adalah aspek kognitif.&lt;br /&gt;Menurut Piaget (1970), periode yang dimulai pada usia 12 tahun, yaitu yang lebih kurang sama dengan usia siswa SMP, merupakan ‘period of formal operation’. Pada usia ini, yang berkembang pada siswa adalah kemampuan berpikir secara simbolis dan bisa memahami sesuatu secara bermakna (meaningfully) tanpa memerlukan objek yang konkret, bahkan objek yang visual. Siswa telah memahami hal-hal yang bersifat imajinatif. Implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia  bahwa belajar akan bermakna apabila input (materi pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. Pembelajaran bahasa Indonesia akan berhasil apabila penyusun silabus dan guru mampu menyesuaikan tingkat kesulitan dan variasi input dengan harapan serta karakteristik siswa sehingga motivasi belajar mereka berada pada tingkat maksimal.&lt;br /&gt;Pada tahap perkembangan ini juga berkembang ketujuh kecerdasan dalam Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Gardner (1993), yaitu: (1) kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional), (2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berpikir runtut), (3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama), (4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mental tentang realitas), (5) kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus), (6) kecerdasan intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan jati diri), (7) kecerdasan antarpribadi (kemampuan memahami orang lain). Ketujuh macam kecerdasan ini sesuai dengan karakteristik keilmuan bahasa Indonesia, dan akan dapat berkembang pesat apabila dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia untuk berlatih mengeksplorasi gejala alam, baik gejala kebendaan maupun gejala kejadian/peristiwa guna membangun konsep bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Materi yang ada pada buku teks ini terlihat ingin menerapkan teori tersebut di atas dalam penyusunannya. Ilustrasi –ilustrasi yang disajikan menimbulkan imajinasi pada diri pemakai buku ini akan informasi atau materi apa yang akan disajikan.Ilustrasi pada kover, misalnya, (disajikannya gambar orang yang sedang menelpon, gambar tangan mengetik, gambar kover buku novel Nh. Dini dan gambar WS. Renda yang sedang membaca puisi ) akan memberikan penjelasan kepada tentang empat keterampilan berbahasa dan dua kemampuan berbahasa yaitu kemampuan kebahasaan dan kemapuan kesastraan yang akan diajarkan dan dilatihkan dalam buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia. bisa kita lihat&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;C. Kelengkapan Penyajian&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan buku teks Bahasan dan Sastra Indonesia ini telah menyajikan materi secara lengkap dengan sistematika yang runtut. Hal ini bias dilihat dari:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Bagaian Pendahulu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;a. Kata Pengantar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian penulis memberikan informasi berkaitan dengan tujuan penulis buku teks, ucapan terima kasih,  harapan bahkan bagaimana mengajar dan belajar bahasa pun disampaikan penulis dalam  bagian kata pengantarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;b. Daftar Isi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adanya daftar isi pada bagian pendahuluan memberikan kemudahan peserta didik dan pengguna  buku teks ini dalam mencarai dan menemukan bab, subbab serta topik yang ada di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Bagian Isi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;a. Pendahuluan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pengantar pada awal buku berisi tujuan penulisan buku teks pelajaran, sistematika buku, cara belajar yang harus diikuti, serta hal-hal lain yang dianggap penting bagi peserta didik bahkan pemberian motivasi kepada peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begitulah seharusnya proses belajar berlangsung. Anak belajar dari pengalaman sendiri. Rasanya kalian perlu kembali meniru proses belajar memanah di atas. Dalam proses tersebut, kalian mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru…..” (bagian Kata Pengantar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Faktanya, kalian sudah menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP/ MTs selayaknya diarahkan pada pelatihan berbahasa yang kreatif, yaitu membaca kreatif, menulis kreatif dan berbicara kreatif” (bagaian Kata Pengantar)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;b. Rujukan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap ilustrasi dan wacana yang diambil dari sumber lain, penulis telah memberikan identitas sumber yang jelas kecuali ilustrasi yang berupa gambar-gambar kartun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Rangkuman dan refleksi&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rangkuman merupakan konsep kunci bab yang bersangkutan yang dinyatakan dengan kalimat ringkas, jelas, dan memudahkan peserta didik memahami keseluruhan isi bab. Refleksi memuat simpulan sikap dan prilaku yang harus diteladani. Dalam buku ini rangkuman ini tidak ada sehingga peserta didik kurang mendapatkan tekanan materi yang harus benar-benar dikuasai. Sebagai ganti dari itu penulis menyampaikan ringkasan fokus kemampuan dasar yang harus dikuasai peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pelatihan:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hampir di setiap awal dan akhir pembicaraan penulis selalu memberikan tugas-tugas sebagai  bahan pretest dan posttest sebagai evaluasi terkuasainya kompetensi sesuai dengan SK dan KD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagian penyudah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian akhir buku teks ini disajikan daftar pustaka atau daftar buku yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam penulisan buku tersebut dan dalam penulisan daftar pustaka seudah sesuai dengan penulisan daftar pustaka yang standar sebagaimana yang disampaikan oleh H. Amat Mukhadis yaitu diawali dengan nama pengarang (yang disusun secara alfabetis), tahun terbitan, judul buku, tempat, dan nama penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Penggunaan Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang digunakan dalam buku teks ini sudah sesuai dengan bahasa yang  baik dan benar. Baik artinya sesuai dengan konteks situasi dan kondisi dan benar artinya sesuai dengan kaidah-kaidah baku yang berlaku. Atau singkatnya bahasa yang digunakan dalam buku teks ini sudah pragmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. METODE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;1. Ceramah/ Penjelasan melalui deskripsi maupun eksposisi, khususnya terhadap konsep-                  konsep dasar baik kebahasaan maupun kesastraan.&lt;br /&gt;2. Cerita Bergambar&lt;br /&gt;3. Kuis&lt;br /&gt;4. Penugasan,  baik individu maupun kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;V. EVALUASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi baik yang bersifat pretest maupun post test yang ada dalam buku teks ini sangat bervariasi. Selain dengan penugasan, pelatihan dan mengerjakan tugas-tugas baik secara individu maupun kelompok. Bervariasinya evaluasi ini bisa menghindarkan siswa dari kebosanan terhadap latihan dan tugas-tugas yang monoton dan menjemukan.&lt;br /&gt;Bentuk evaluasi yang ada meliputi:&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;1. Menjawab pertanyaan bacaan&lt;br /&gt;2. Mengisi bagian kalimat yang rumpang.&lt;br /&gt;3. Memberi tanda S (jika setuju) dan T (jika tidak setuju)&lt;br /&gt;4. Mengerjakan tugas membaca, baik pemahaman, membaca indah maupun membaca cepat.&lt;br /&gt;5. Mengerjakan tugas individu maupun tugas kelompok.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;1. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. 2006.  Panduan Pengembangan Silabus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengan Pertama, Jakarta. (Online) (www.diknas.org,  diakses , tanggal 9 Juni 2008)&lt;br /&gt;2. Esti Ismawati. Buku Teori dan Aplikasi Telaah Kurikulum SLTA. Surakarta: Pustaka Cakra&lt;br /&gt;3. M. Umar Muslim, KTSP dan Pembelajaran Bahasa Indonesia (Online) (www.whandi.net , diakses tanggal 9 Juni 2008)&lt;br /&gt;4. Henry Guntur Tarigan. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa.&lt;br /&gt;5. H. Amat Mukhadis. (Eds).2000. Kaidah Tata Tulis Artikel Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang.&lt;br /&gt;6. Piaget, J. 1970. &lt;em&gt;Science of Education and the Psychology of the Child&lt;/em&gt;. New York: Viking.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-3675304115521134759?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/3675304115521134759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/telaah-buku-teks-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/3675304115521134759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/3675304115521134759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/telaah-buku-teks-bahasa-indonesia.html' title='TELAAH BUKU TEKS BAHASA INDONESIA'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-333339388694154930</id><published>2009-07-10T08:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T08:53:39.834-07:00</updated><title type='text'>APRESIASI FILM</title><content type='html'>BANYU BIRU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Identitas Film&lt;br /&gt;Judul   : Banyu Biru&lt;br /&gt;Sutradara  : Teddy Soeraatmadja&lt;br /&gt;Penulis skenario : Rayya Makarim Prima Rusdi&lt;br /&gt;Produksi  : M &amp; M Entertainment &amp; Salto Film&lt;br /&gt;Pemain          : Tora Sudiro ( Banyu )&lt;br /&gt;                        : Dian Sastro Wardoyo (Sulah)&lt;br /&gt;                          Slamet Raharjo (Oskar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Sinopsis Film Banyu Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini berkisah tentang seorang pemuda yang mencoba mencari jawab atas berbagai persoalan hidup yang ia alami.&lt;br /&gt;Cerita diawali dengan menampilkan keluarga Oskar, ayah Banyu. Pada awal cerita dikisahkan saat istri Oskar sedang menemani putrinya Biru berenang di kolam renang belakang rumahnya. Tetapi kemudian suaminya memanggil dan menanyakan tentang lembar-lembar kerja yang tak ditemukannya. Akhirnya Biru ditinggalkan sendirian di kolam renang. Dan sebuah tragedi terjadi, entah  berapa lama ibu Biru meninggalkan Biru di kolam sendirian hingga kemudian didapati oleh Banyu , kakak Biru, Biru telah terapung di permukaan kolam. Ia meninggal karena tenggelam. Banyu menjerit histeris kemudian teringatlah saat-saat indah dan menyenangkan  bersama adiknya, saat – saat mereka bermain.&lt;br /&gt;Ibu Banyu, istri Oskar tidak tahan dengan itu semua dia shock dan akhirnya ia juga meninggal dunia. Banyu merasakan  bahwa tidak ada siapa-siapa lagi dalam hidupnya. Adiknya meninggal, ibunya juga meninggal sedangan ayahnya terlalu asik dengan pekerjaannya dan tidak mau peduli dengan dirinya. Akhirnya ia meninggalan rumah dan pergi ke sebuah kota. &lt;br /&gt;Di kota ia bekeja di sebuah supermarket. Berbagai permasalahan selalu bermuara pada dirinya. Hidupnya dipenuhi dengan masalah. Ia tidak bisa menikmati kehidupan. Suatu saat ia diminta temannya menggantikan dia hadir dalam  seminar tentang pelayanan terhadap konsumen. Padahal saat itu ia sangat capek, sedang tidak enak badan dan dalam dirinya penuh masalah maka ia pergi ke psikiater untuk menyelesaikan masalahnya. Psikiater menyarankan agar ia kembali kepada keluarganya, kepada ayahnya. Karena menurutnya inilah waktu yang tepat. Sudah saatnya ia harus kembali pada keluarga dan menyelesaikan masalah keluarga, masalah dengan ayahnya. Sebelumnya juga ia telah mendapat telpon dari pamannya agar hadir dalam pesta perkawinannya yang ke lima.&lt;br /&gt;Dengan rasa capek dan pusing ia pasakan hadir dalam seminar itu mewakili temannya. Tetapi ia tidak dapat konsentrasi, pikiranya penuh masalah dan pusing di kepalanya menyebabkan ia harus minum obat sampai akhinya ia tertidur dan dalam tidurnya inilah mengalir cerita dalam mimpinya.&lt;br /&gt;Dalam mimpinya ia kembali ke rumahnya. Tetapi ia tidak bertemu dengan ayahnya. Bahkan rumahnya telah kosong dan dipenuhi debu. Dari Sulah (Sulak), ia memperoleh informasi bahwa ayahnya telah pindah tetapi ke mana pindahnya Sulah sendiri tidak tahu. Di sinilah terjalin kisah cinta pertama antara Banyu dan Sulah. Banyu sangat merasakan cinta itu hingga ketika dalam perjalanan ia tersenyum sendiri, senyum karena senang.&lt;br /&gt;Karena ayahnya telah pindah akhirnya ia pergi ke rumah pamannya yang waktu itu sedang mengadakan pesta pernikahan yang kelima. Dari pamannya inilah Banyu mengetahui bahwa ayahnya telah pindah di Pangkal Pinang. Pamannya mengatakan bahwa ayahnya sebenarnya tidak seperi yang dibayangkan Banyu. Cintanya pada anak dan istri tak pernah habis. Maka sang paman menyarankan Banyu untuk menemui ayahnya dan menyelasaikan persoalannya.&lt;br /&gt;Benar! Banyu akhirnya pergi ke Pulau Pangkal Pinang. Dalam perjalanan mencari rumah ayahnya di Pangkal Pinang ia bertemu dengan Arif,  teman SD-nya yang dulu sering ia ejek sebagai seorang banci. Pertemuan yang tidak disengaja karena Banyu sebenarnya hanya mau tanya tentang mobil yang  bisa mengantarkan dirinya ke pelabuhan. Tetapi dari Arif Banyu mendapatkan banyak hikmah. Arif yang dulu dikatakan banci ternyata mampu memberi manfaat pada desanya. &lt;br /&gt;Ketika Banyu sampai di pulau Pangkal Pinang ia langsung menuju sebuah rumah dekat pantai dan di situlah ayahnya tinggal. Banyu tetap menyalahkan ayahnya bahwa ayahnya egois, tidak mencintai ibunya dan hanya mementingkan pekerjaannya. Oskar, ayah Banyu marah dan berusaha memberikan pengertian kepada Banyu bahwa apa yang dikatakan Banyu tentang dirinya semuanya tidak benar. Ia sangat mencintai ibu Banyu. Ia mencintai Banyu, anaknya. Sebagai buktinya ia berikan cincin perkawinannya yang ia gantungkan sebagai bandul kalung kepada Banyu. Ia berharap suatu saat nanti Banyu mau mengerti akan ayahnya. Akan hatinya.&lt;br /&gt;Akhirya Banyu ingin kembali lagi dan meninggalkan ayah, tetapi di tengah perjalanan lautnya ia pusing dan terlempar ke dalam laut.  Ia terbangun dari mimpi dan bertekad untuk menyelesaikan masalahnya dengan kenyataan bukan dalam impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Apresiasi Film Banyu Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara leksikal appreciation ‘apresiasi’ mengacu pada pengertian pemahaman dan pengenalan yang tepat, pertimbangan, penilaian dan pernyataan yang memberikan penilaian (hornby) Atau sebagaimana yang dikemukan oleh Effendi bahwa apresiasi adalah kegiatan menggauli karya sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra (Suminto A Sayuti, Berkenalan dengan Prosa Fiksi). Pendek kata apresiasi adalah upaya merebut makna sebuah karya. Untuk dapat memahami dan memaknai suatu karya seorang perlu mengenal dan memahami bagian-bagian atau elemen-elemen karya yang akan diapresiasi.  &lt;br /&gt;Dengan demikian mengapresiasi film berarti upaya merebut atau mengambil makna sebuah film sehingga akhirnya tumbuh perasaan penghargaan, kepekaan kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap film yang diapresiasi. Untuk bisa merebut makna film tesebut, seorang apresiator harus memahami elemen-elemen film. Diantara elemen-elemen tersebut adalah:&lt;br /&gt;1. Sutradara&lt;br /&gt;2. Penulis Skenario&lt;br /&gt;3. Penyunting&lt;br /&gt;4. Penata fotografi&lt;br /&gt;5. Penata artistic&lt;br /&gt;6. Penata suara&lt;br /&gt;7. Penata music &lt;br /&gt;8. Pemeran (actor dan artis)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Film Banyu Biru ingin memberikan keyakinan pada semua penikmatnya bahwa semua manusia pasti mempunyai persoalah hidup dengan intensitas dan kualitas masalah yang berbeda-beda. Ini bisa dilihat dari permasalahan-permasalahan yang dialami tokoh-tokoh pembantu dalam filam ini. Tercatat semua mempunyai masalah. Teman-teman Banyu sendiri tak luput dari masalah. Ada yang suaminya tidak bekerja, ada yang dikomplain oleh pelanggan, ada yang diganggu oleh anak kecil dalam kerjanya. Semua punya masalah. Dalam menghadapi masalah hidup ini ada yang dengan santai sehingga seolah-olah hidupnya tidak ada masalah, ada yang serius hingga membuat stres dan ada yang bijaksana sehingga masalah yang ia hadapai justru menambah kedewasaan dalam mensikapi hidup dan kehidupan.&lt;br /&gt;Lihatlah tokoh Arif, yang sejak kecilnya ia diejek sebagai seorang banci tetapi dengan kearifan dan kebijaksanaannya menghadapi masalah ia justru bermanfaat bagi masyarakatnya bahkan seorang gang pun justru tunduk dan hormat pada Arif yang dikatakan banci.&lt;br /&gt;Intinnya semua manusia pasti mempunyai masalah yang membutuhkan penyelesaian. Masalah tidak untuk dihindari tetapi perlu dihadapi. Berlari dari masalah pada hakikatnya justru akan menambah masalah menjadi berkepanjangan. Karenanya semua persoalan hidup harus di selesaikan. Inilah yang akan disampaikan oleh film ini. Tidak membawa dampak positif orang yang hanya hidup dalam khayalnya. Karena apa yang dibayangkan tidak selalu sama dengan kenyataan. Maka dalam menyelesaikan berbagai persoalan pun juga harus realis. Tidak hanya dibayangkan.&lt;br /&gt;Lihatlah Banyu, tokoh utama dalam film ini. Dia berusaha lari dari persoalan hidupnya. Pergi menjauh tanpa berusaha menyelesaikan masalah keluargannya. Ia hanya terbawa oleh ilusi dan pikirannya sendiri bahwa ayahnya adalah sosok laki-laki egois dan hanya mementingkan dirinya sendiri dan pekerjaannya. Tak pernah mencintai istri dan anaknya. Inilah yang ada dalam pikiran Banyu hingga akhirnya ia merasa perlu lari dan meninggalkan ayahnya. Padahal apa yang dipikirkan Banyu tentang ayahnya ini tidak benar dan ini yang akan dibuktikan dalam adegan-adegan film ini.&lt;br /&gt;Pada kenyataannya justru sebaliknya, Oskar , ayah Banyu justru sangat mencintai istri dan keluarganya. Ini bisa dibuktikan dalam kenyataan bahwa ternyata cincin perkawinan istrinya masih dirawatnya  baik-baik dan dijadikan kalung dalan hidupnya. Bahkan sebelum tidur ia selalu merindukan istrinya. Sementara cintanya pada Banyu anaknya dibuktikan dengan masih disimpannya lukisan-lukisan Banyu ketika masih kecil dan tersedianya secangkir air hangat di meja dekat tempat tidur Banyu saat ia baru saja bangun tidur. Hal itu terkuatkan lagi oleh penyediaan kamar tidur yang kosong yang ditata sedemikian rupa dan apa yang menjadi milik Banyu waktu kecil tersimpan dan terpelihara dalam kamar itu. Ini membuktikan bahwa sang ayah senantiasa mendambakan dan tetap mengharap kepulangan sang anak dalam pangkuannya, sangat romantis! Yah, ayah Banyu memang seorang yang sangat romantis dan ini bisa dilihat dari adegan pertama film ini yang menampilkan dansa yang dilakukan Oskar dengan istrinya di ruamg utama dari rumahnya. Lagu Juwita Malam menambah keromantisan sang ayah semakin kentara.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-Unsur Film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tema&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini mengangkat tema yang sederhana. Tetapi justru tema yang digarap apik dengan akting dan tata artistik serta kepaduan kerja dari semua penggarap film mulai dari sutradara, pemain, penata suara, penata artistik dan sebagainya membuat film dengan tema sederhana ini justu mampu memberikan pelajaran yang mencerahkan dan menyenangkan kepada penikmatnya. Tema film ini adalah hidup adalah perjuangan. Perjuangan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Dan permasalahan hidup itu harus dihadapi dengan realitas bukan dengan hayalan dan impian.&lt;br /&gt;Untuk memberikan pemahaman kepada penonton bahwa semua manusia mempunyai masalah dan bahwa dalam kehidupan ini selalu ada masalah, sang sutradara menampilkan masalah-masalah yang menimpa beberapa tokoh baik tokoh utama maupun tokoh pembantu bahkan tokoh figuran sekalipun. Semua mempunyai masalah dengan intensitas dan kualitas masalah yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Banyu mempunyai masalah dengan keluarganya, dengan ayahnya. Teman kerja Banyu juga semua mempunyai masalah. Ada yang suaminya tidak bekerja dan akan hamil lagi, ada yang dalam kerjanya diganggu oleh anak kecil, ada yang dikomplain oleh pelanggan dan sebagainya. Arif, teman Banyu tak luput dari masalah. Bahkan masalah Arif kualitas dan intensitasnya lebih berat. Sejak kecil ia dikatakan banci oleh teman-temannya. Sulah (Sulak) juga mempunyai masalah. Begitulah cara sutradara menyakinkan kepada penonton bahwa dalam kehidupan seseorang pasti ada masalah. &lt;br /&gt;Kemampuan manusia dalam menghadapi masalah hidup akan sangat berpengaruh dalam kehidupannya, dan akan mengantarkan manusia pada kebahagiaan atau penderitaan hidup.&lt;br /&gt;Tokoh Banyu karena ketidakmampuannya dalam menghadapi masalah hidup, yang sebenarnya masalah itu ia ciptakan sendiri karena ilusi-ilusinya yang tidak pasti tentang ayahnya, akhirnya ia tidak pernah bahagia dan bahkan ia merasa hidup ini beban karena setiap masalah bermuara pada dirinya. Sikap Banyu ini dipertentangkan dengan sikap Arif yang mempunyai permasalahan yang cukup berat dan intens, karena banci yang sering dikatakan orang untuk dirinya adalah sifat bawaan dan sulit mengubah sifat bawaan ini. Tetapi oleh Arif masalah itu dihadapinya dengan arif dan bijaksana sehingga masalah yang begitu berat yang dialaminya justru bukan menjadi beban hidup.Bahkan Arif bisa menikmati kehidupan dan tidak  merasa mempunyai masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penata Suara dan Kameramen &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihaian Kameramen dalam mengambil gambar sangat mendukung pesan dan makna film yang akan disampaikan dan mampu memberikan bantuan kepada penonton untuk beremajinasi. Kalau kiat cermati kesunyian dan kesendirian dalam film ini sangat terasa. Hampir di setiap adegan di mana Banyu ditampilkan kesan sunyi dan berat serta beban dapat dirasakan oleh penonton. Pengambilan gambar close up dari arah depan bawah muka tokoh akan menimbulkan efek beban berat pada penonton. Apalagi didukung dengan sound efek dengan suara – suara berat seperti detak jam semakin membantu emajinasi penonton dalam membayangkan beban yang dialami oelah tokoh utamanya, Banyu.&lt;br /&gt;Kelihaian lain dai kameramen yang bisa kita cermati dari film ini adalah kelihaian kameramen dalam berusaha mengvisualisasikan apa yang ada dalam pikiran tokoh. Hal itu bisa kita lihat antara lainsaa Banyu kembali ke rumah. Di sana ditampilkan sebuah rumah yang sudah dipenuhi dengan debu dan banyak sarang laba-laba, dengan beberapa kaca jendela yang sudah pecah. Ketika ruangan utama rumah itu ditampilkan dengan berbagai kesemrawutan dan ketidakbersihannya, tiba-tiba ruangan itu berubah menjadi rauangan yang bersih, nyaman ada suara lagu Juwita Malam dan ada pak Oskar dan istrinya sedang berdansa penuh dengan keromatisan. Dan yang lebih hebat lagi kameramen begitu lembut dalam memunculkan transisi dari gambar yangsatu dengan yang berikutnya .Tampilan gambar dan transisi adegan sepeeti itu memberikan emajinasi kepada penontonnya kepada pembicaraan hati Banyu. Dari adegan itu penonton jadi tahu apa yangada dalam hati Banyu, seolah-olah Banyu berkata dalam hatinya:&lt;br /&gt;“Kenapa ruangan ini begitu kotor dan degil dan berdebu, kotor dan jorok padahal di ruangan ini dulu kedua ayah dan ibu berdansa dengan sangat mesranya.” &lt;br /&gt;Itulah emajinasi yang bisa dimunculkan oleh penonton dengan melihat transisi gambar yang satu dengan yang lain pada adegan tersebut.&lt;br /&gt;Hal lain yang patut mendapat acungan jempol dari kerja kameramen adalah kemampuan kameramen dengan pengambilan gambarnya dalam mengajak emosi penonton. Ketika seorang tokoh ingin loncat dari sebuah jembatan, maka gambar diambil dari jarak agak jauh dan dari atas, sehingga kesan dalam dan lebarnya sungai tertangkap dalam mata penonton, hal ini menimbulkan efek kengerian, sehingga pantas orang-orang (tokoh-tokoh figuran) menjerit histeris ketika melihat ada seorang yang hendak loncat dari jembatan tersebut. Tetapi untuk mengurangi ketegangan itu ditampilakan sedikit gurauan yang dilakukan oleh tokoh figuran ketika dia mengatakan kata kelas 5 SD padahal orang yang mau bunuh diri mengatakan kelas 4 SD.&lt;br /&gt;Kontradikasi tampilan gambar juga sangat membantu dalam menggambarkan suasana yang dihadapi tokoh-tokohnya. Tokoh Banyu yang sedang pusing, capek, tidak enak badan dan penuh masalah diambil dengan close up dan disamping kanan kirinya deretan etalase yang dipenuhi barang dagangan terkesan mundur ke belakang membantu penoton dalam merasakan beban yang disandang Banyu. Ini bisa kita bayangkan ketika kita naik bis dan kita duduk menghadap ke belakang lalu kita melihat kan iri kita seolah-olah berjalan ke belakang. Dan biasanya dalam kondisi seprti ini orang yang tidak terbiasa akan merasakan pusing kepalanya.&lt;br /&gt;Tampilan adegan Banyu yang seperti itu dikontaradiksikan dengan tampilan adegan yang menampilkan seorang tokoh kurus, kering dengan seragam pelayan toko swalayan sedang berjalan dengan menari dan suara sepatunya memberi kesan kedinamisannya dalam menghadapi hidup dan pekerjaan. Kontadiksai dari dua adegan ini akan memebrikan kesan lebih dan menyangatkan terhadap permaslahan yang dihadapi Banyu. Bagaimana tidak ternyataorang tidak peduli dengan dirinya. Di saat dirinya penuh masalah orang lain bahkan teman kerjanyan justru menari kegirangan, tak ada kesan perhatian pada dirinya. Sehingga ini memberikan kesan kesendirian dan kesunyian hidup yang dialami oleh Banyu. Dan adegan ini terulang kembali saat Banyum mengikuti seminar tentang pelayanan konsumen. Kesan kesunyian dan beban berat lebih terasa dengan sound efek berupa suara detak jam yang berat saat wajah Banyu secara close up ditampilkan lalu dikontraversikan dengan suara langkah sepatu yang sedang menari penuh kedinamisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sutradara dan Skenario&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembuatan film sutradara adalah pemimpinnya. Semua adegan film yang ditampilkan merupakan perwujudan kepiawaian sutradara dalam menterjemahkan teks skenario. Dan film Banyu Biru merupakan bukti kepiawaian sutradaa dalam memahami cerita. Sehingga kita lihat tidak ada satu kata atau kalimat bahkan adegan pun yang sia-sia, tidak mempunyai makna dalam mendukung makna cerita dan dalam membantu mengantarkan tema.&lt;br /&gt;Salah satu contoh bias kita ambil tatkala Banyu sedang bercakap-cakap dengan teman kerjanya. Teman kerjanya mengatakan bahwa dia membutuhkan mobil tua keluaranb tahun 67. Sekilas kita tidak akan memperhatikan isi dari pembicaraan atau adegan ini. Tetapi ternyata adeganinilah yang mampu menyelesaikan maslah saat ada orang (dalam perkawinan kelima paman Banyu) yang ingin bunuh diri dengan cara ingin menerjunkan diri ke sungai yang besar dan dalam. Orang ini putus asa karena menurutnya satu- satunya yang masih dimilikinya yaitu kekasihnya Mei telahmenikah dengan paman Banyu. Akibatnya ia merasa tidak punya apa-apa lagi kecuali sebuah mobil tua yangmogokan dan tidak ada harganya. Ketika Banyu mendengar perkataan orang itu, ia ingat akan temannya yang meminta untuk dicarikan sebuah mobil tua keluaran tahun 67. Akhirnya Banyu berhasil membujuk orang yang mau bunuh diri itu untuk memberi tahu di mana mobilnya karena temannya mau membelinya.&lt;br /&gt;Plot yang ditampilkan sangat unik. Secara keseluruhan memang berplot maju tetapi ternyata dalam tampilan berikutnya plot ini beralur flaskback. Ini bisa kita lihat karena kejadian-kejadian yang menimpa Banyu hanyalah mimpi belaka. Mimpi yang disebabkan banyaknya persoalan hidup dialaminya dan tidak segera diselesaikan. Akibatnya masalah-masalah itu ditekan sampai ke bawah sadar hingga akhirnya muncul dalam mimpi. Ini sesuai dengan teori psikoanalisanya Sigmund Freud yang mengatakan bahwa rangsangan-rangsangan keras yang berasal dari id (pikiran bawah sadar) membutuhkan ekspresi. Dan salah satu dari wujud ekspresi itu adalah mimpi. &lt;br /&gt;Hal yang ingin dikatakan oleh sang sutradara kepada penonton sesuai dengan penafsirannya terhadap  teks skenario, sehingga sutradara memunculkan mimpi yang dialami Banyu adalah hendaklah dalam menyelasaikan masalah kita harus  realis tidak dalam khayal. Penyelesaian masalah hendaknya dengan tindak nyata bukan dengan khayalan atau impian. &lt;br /&gt;Untuk mendukung itu, isi  mimpi yang dialami Banyu pun berupa  mimpi dalam menyelesaikan berbagai masalah hidupnya terutama masalahnya dengan sang ayah. Sekaligus adegan-adegan itu membuktikan bahwa tidak semua apa yang kita lakukan sama dengan apa yang kita bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penata Suara dan Musik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpaduan gambar, suara dan ilustrasi musik dalam sebuah film sangat penting artinya dalam mendukung makna cerita dan makna yang ingin disampikan melalui cara yangsangat artistik dan menarik. Sehingga lembut pesan-pesan yang ingin disampaikan penulis skenario dan sutadara merasuk ke dalam diri penikmat film.&lt;br /&gt;Awal cerita film Banyu Biru ini menampilkan lagu Juwita Malam dengan dua versi musik yang berbeda. Yang pertama dengan jenis musik pop romantis dan yang ke dua dengan musik rok. Kontradiksi inilah yang sering digunakan dalam film ini untuk memperjelas suasana dalam setiap adegan. Musik rok menimbulkan kesan keras, semrawut tidak teratur dan menjadikan masalah menjadi semakin berat sedangkan musik pop yang romantis memberian ketenteraman dan kesejukan serta kedamaian hidup.&lt;br /&gt;Selain itu bisa kita lihat dalam adegan-adegan awal yang memunculkan sound track-nya Slank, keterpaduan sound efek dan penata suara ini juga bisa kita temukan dalam setiap sound efek yang menyertai setiap adegan, misalnya suara detak jam, suara tarian sepatu yang penuh dengan dinamisasi. Kontradiksi itu sering digunakan untuk lebih menekankan dan mambantu pembaca dalam memahami suasana adegan dan kondisi dalam sebuah adegan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-333339388694154930?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/333339388694154930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/apresiasi-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/333339388694154930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/333339388694154930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/apresiasi-film.html' title='APRESIASI FILM'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-2129238571850508523</id><published>2009-07-10T08:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T08:42:56.002-07:00</updated><title type='text'>PERBANDINGAN TEMA PUISI</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Karya sastra merupakan dunia kemungkinan, artinya ketika pembaca  berhadapan dengan karya sastra, maka ia berhadapan dengan kemungkinan penafsiran. Setiap pembaca berhak dan seringkali berbeda hasil penafsiran terhadap makna karya sastra. Pembaca dengan horison harapan yang berbeda akan mengakibatkan perbedaan penafsiran terhadap sebuah karya sastra tertentu. Hal ini berkaitan dengan masalah sifat, fungsi dan hakikat karya sastra. Sifat- sifat khas sastra ditunjukkan oleh aspek referensialnya (acuan), "fiksionalitas", "ciptaan" dan sifat "imajinatif". Karenanya, karya sastra sering disebut sebagai sebuah karya imajinatif yang mempunyai unsur estetik yang menonjol.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Disamping itu, karya sastra adalah sistem tanda tingkat I yang mempunyai makna dan menggunakan medium bahasa. Karya sastra juga diartikan sebagai struktur makna atau struktur yang bermakna. Dalam sebuah karya sastra terdapat konvensi tambahan, yaitu konvensi sastra. Salah satu konvensi tambahan tersebut adalah konvensi bahasa kiasan (symbolic extrapolation). Konvensi tambahan tersebut merupakan konvensi tambahan pada puisi. Artinya dalam puisi terkadang dinyatakan pengertian dan hal-hal yang secara tidak langsung. Ketidaklangsungan itu menurut  Riffaterre disebabkan oleh:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;1. Penggantian arti (displacing) yaitu sebuah kata yang mempunyai arti yang berbeda sekali dengan yang dimaksud. Misalnya kata kembang untuk maksud sesuatu yang indah (kembang desa)&lt;br /&gt;2. Penyimpangan arti (distorsing) yaitu penyimpangan arti karena ada ambiguitas (makna ganda), kontradiksi atau nonsense (yaitu bentuk-bentuk  kata yang secara linguistik tidak mempunyai makna sebab tidak terdapat dalam kosakata). &lt;br /&gt;Misal: penggabungan dua kosakata atau lebih:&lt;br /&gt;Sepi saupi (salah satu baris puisi Sutardji Coulsom Bachri)&lt;br /&gt;3. Penciptaan arti (creating of meaning)   &lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena sifat puisi tersebut, menganalisis sebuah puisi terasa lebih sulit dibanding dengan menganalisa karya sastar jenis prosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tulisan berikut akan mencoba membandingkan tiga  buah puisi dari tiga orang penulis yang berbeda yang semuanya mengambil tokoh ayah sebagai tema utamanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah&lt;br /&gt;(karya Yayuk Prastiwi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kerut di wajah tanda usia senja&lt;br /&gt;2. Tak mengahalangi langkah tegarmu&lt;br /&gt;3. Mandi keringat membanting tulang&lt;br /&gt;4. Demi kami semua keluargamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Fajar menyinsing kau melangkah&lt;br /&gt;6. Di senja hari baru kau kembali&lt;br /&gt;7. Hanya ada satu tujuan mulia&lt;br /&gt;8. Memberi sinar bahagia bagi kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Aku bermohon kepada Tuhan&lt;br /&gt;10. Berkat keselamatan untuk ayah&lt;br /&gt;11. Memberi rahmat dan kekuatan&lt;br /&gt;12. Melindungi jalan kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah&lt;br /&gt;(karya Puwaning Retnowati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di remang malam buta&lt;br /&gt;2. Kulihat engkau tertidur lelap&lt;br /&gt;3. Mungkin engkau telah lelah&lt;br /&gt;4. Mencari nafkah tuk keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ayah, semoga berakhir derita kita&lt;br /&gt;6. Dengan senyum dan tawa ria&lt;br /&gt;7. Yang selama ini kurindukan&lt;br /&gt;8. Senyumlah, Ayah, tertawalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kehidupan berputar bagai roda&lt;br /&gt;10. Dialami oleh semua manusia&lt;br /&gt;11. Tuhan mengatur segalanya&lt;br /&gt;12. Tapi, kapan derita berakhir segera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Titip Rindu Buat Ayah&lt;br /&gt;(karya Ebiet G. Ade)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa&lt;br /&gt;2. Benturan dan hempasan terpahat di keningmu&lt;br /&gt;3. Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari&lt;br /&gt;4. Kini kurus dan terbungkuk&lt;br /&gt;5. Namun semangat tak pernah pudar&lt;br /&gt;6. Memikul beban yang smakin sarat&lt;br /&gt;7. Kau tetap bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini&lt;br /&gt;9. Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan&lt;br /&gt;10. Kau tampak tua dan lelah&lt;br /&gt;11. Keringat mengucur deras&lt;br /&gt;12. Namun kau tetap tabah&lt;br /&gt;13. Meski nafasmu kadang tersengal&lt;br /&gt;14. Memikul beban yang makin sarat&lt;br /&gt;15. Kau tetap setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Ayah, dalam hening sepi kurindu&lt;br /&gt;17. Untuk menuai padi milik kita&lt;br /&gt;18. Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan&lt;br /&gt;19. Anakmu sekarang banyak menanggung beban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketiga puisi ini semuanya menggambarkan sikap penyair terhadap seorang ayah. Dalam ketiga puisi tersebut masing-masing penyair menggambarkan tokoh ayah yang meskipun tampak tua tetapi ia ta pernah berkeluh kesah apalagi pasrah menyerah. &lt;br /&gt;Kerut di wajah tanda usia senja / Tak menghalangi langkah tegarmu&lt;br /&gt;Demikian Yayuk Prastiwi menggambarkan ketegaran semangat seorang ayah. Sementara Purwaning Retnowati berujar:&lt;br /&gt;Di remang malam buta / Kulihat engkau tertidur lelap / Mungkin engkau telah lelah / Mencari nafkah tuk keluarga&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Ebiet G. Ade, penyair yang sekaligus komponis, dia  bertutur tentang semangat seorang ayah dengan baitnya:&lt;br /&gt;Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari / Kini kurus dan terbungkuk / Namun semangat tak pernah pudar / Memikul beban yang smakin sarat / Kau tetap bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana semangat kerja sang ayah kembali Yayuk Prastiwi menggambarkan&lt;br /&gt;Fajar menyinsing kau melangkah / Di senja hari baru kau kembali&lt;br /&gt;Dan semua jerih payah seorang ayah hanyalah untuk satu tujuan mulia, yakni demi kebahagiaan keluarganya: &lt;br /&gt;Hanya ada satu tujuan mulia / Memberi sinar bahagia bagi kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya penyair menyadari hanya satu yang bisa ia lakukan untuk ayahnya yaitu berdoa demi keselamatan dan kebahagiaan hidupnya:&lt;br /&gt;Aku bermohon kepada Tuhan / Berkat keselamatan untuk ayah / Memberi rahmat dan kekuatan / Melindungi jalan kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Yayuk Prastiwi, Purwaning Retnowati lebih melihat segi penderitaan yang di alami sang ayah yang nampaknya telah bersusah payah bekerja tetapi roda kehidupan yang dialaminya tampaknya masih tetap sama, yaitu penderitaan hidup atau kemiskinan. Tetapi penyair berharap penderitaan yang dialami sang ayah dengan keluarganya akan berakhir dengan kebahagiaan dan kesenangan&lt;br /&gt;Ayah, semoga berakhir derita kita  / Dengan senyum dan tawa ria / Yang selama ini kurindukan&lt;br /&gt;Karenanya, sang penyair mengharap agar sang ayah tidak bersedih dan tetap tersenyum, maka penyair meminta&lt;br /&gt;Senyumlah, Ayah, tertawalah&lt;br /&gt;Tetapi kemudian pada akhirnya sang penyair ternyata tak bisa memberikan motivasi pada ayahnya agar tetap sabar dalam menjalani pahit getir kehidupan bahkan terhadap dirinya sekalipun, hingga akhirnya sang penyair mendesah dalam suara bernada putus asa:&lt;br /&gt;Tapi, kapan derita berakhir segera&lt;br /&gt;Walaupun sebelumnya sang penyair menyadari bahwa roda kehidupan selalu berputar dan semua kehidupan telah diatur oleh Yang Maha Kuasa&lt;br /&gt;Kehidupan berputar bagai roda / Dialami oleh semua manusia / Tuhan mengatur segalanya&lt;br /&gt;Tetapi sekali lagi nampaknya sang penyair pun juga telah lelah dan bahkan putus asa seraya mendesah : Tapi, kapan derita berakhir segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berusaha mengvisualisasikan tokoh sang ayah dan juga semangat kerjanya ketiga penyair ini lebih banyak menggunakan citraan penglihatan (visual) sehingga seolah-olah kita, pembaca dihadapkan pada sosok ayah yang tergambar jelas di depan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair Yayuk Prastiwi menggunakan kata kerut di wajah, mandi keringat (baris 1 dan 2), sementara Purwaning Retnowati menggunakan kata-kata, malam, remang, buta tertidur, lelah, untuk menunjukkan betapa sang ayah telah bekerja di siang hari (baris 1, 2 dan 3). Lain lagi dengan Ebiet G. Ade hampir dengan sempurna penyair ini menggambarkan sosok sang ayah dan semangatnya dalam kerja. Kata-kata yang dipilihnya: matamu, benturan, hempasan, terpahat, keningmu, bahumu , kekar, legam, terbakar, kurus, terbungkuk. Kata-kata yang saling berlawanan dan disejajarkan ini menunjukkan  kesan, betapa kerja keras sang ayah telah menyebabkan kondisi fisiknya berubah. Kata-kata yang dipertentangkan itu antara lain: kekar dengan kurus dan terbungkuk. Dan ketegaran semangat ini selain diinformasikan oleh penyair kepada pembaca dengan kata – kata yang saling bertentangan dipertegas lagi dengan bunyi baris &lt;br /&gt;Namun semangat tak pernah pudar / Memikul beban yang smakin sarat / Kau tetap bertahan&lt;br /&gt;Juga dipertegas lagi dengan baris-baris&lt;br /&gt;Kau tampak tua dan lelah / Keringat mengucur deras / Namun kau tetap tabah / Meski nafasmu kadang tersengal /  Memikul beban yang makin sarat / Kau tetap setia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain makna  dan keindahan puisi bisa diciptakan dengan diksi atau pilihan kata yang berusaha mengoptimalkan seluruh indera yang dimiliki manusia, style atau gaya bahasa juga digunakan untuk menambah keindahan puisi,sehingga benar-benar unsur estetik sebuah puisi yang merupakan salah satu jenis karya sastra ini benar-benra menonjol dan dapat dirasakan oleh penikmatnya.&lt;br /&gt;Gaya bahasa yang bisa kita temui dalam puisi Ebiet G. Ade dan Yayuk Prastiwi antara lain adalah gaya  bahasa hiperbola. Hal itu  bisa kita lihat dari baris&lt;br /&gt;Mandi keringat membanting tulang (Yayuk Prastiwi)&lt;br /&gt;Keringat mengucur deras (Ebiet G. Ade) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-2129238571850508523?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/2129238571850508523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/perbandingan-tema-puisi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/2129238571850508523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/2129238571850508523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/perbandingan-tema-puisi.html' title='PERBANDINGAN TEMA PUISI'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-3541773363698157390</id><published>2009-07-10T00:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T01:05:32.031-07:00</updated><title type='text'>Analisis Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Membeli Laki-Laki &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Karya Yoli Hemdi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;I. Ringkasan Cerita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Imai seorang wanita lajang berusia 35 tahun. Dia jatuh cinta dengan seorang laki-laki muda dan sarjana, Ramang. Tetapi adat mereka mengharuskan seorang wanita memberikan uang jemputan (adat di Minangkabau, yang mengharuskan keluarga perempuan menyerahkan sejumlah uang atau barang berharga pada keluarga laki-laki). Dan uang yag dipatok oleh Pak Sati, paman Ramang, begitu banyak dan mustahil untuk dipenuhi oleh Amaknya Imai. Amaknya akhirnya pasrah dia tak hendak membeli Ramang, pemuda yang menjadi tambatan hati Imai. Amak Imai ingin agar Imai melupakan Ramang dan mencari laki-laki yang tidak mahal. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tetapi Imai tak mau karena baginya laki-laki hanyalah satu, yaitu Ramang. Ia tidak putus asa dan akhirnya ia membuat celengan bambu yang digantung di rumahnya dan setiap ia punya uang maka diisinya celengan itu dengannya. Harapannya selalu melayang pada Ramang, ia bayangkan seandainya menjadi istri ramang maka desanya akan gembira.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tetapi angannya sirna. Harapannya musnah. Saat semangatnya menabung di celengen bambu begitu menggelora dan keyakinannya akan bisa menyerahkan uang  jemputan meski sudah berbulan-bulan bahkan bertahun tahun celengannya tidak juga penuh, tiba-tiba ia dengar dan tahu bahwa Ramangnya dinikahkan dengan Rahma gadis tunggal pak Sati, meski pernikahan mereka tidak didasari rasa cinta tetapi hutang budi, karena biaya sekolah Ramang ditanggung oleh Pak Sati.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hancur hati imai. Hingga akhirnya ia , ngengleng atau gila.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;II. Landasan Teori&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seperti halnya kehidupan begitulah karya sastra. Ia menciptakan dunianya sendiri yang berbeda dari dunia nyata. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia karya sastra merupakan fiksi yang tidak berhubungan dengan dunia nyata, meskipun menjadi keharusan dalam sebuah karya sastra yang baik, terutama karya sastra yang berbentuk prosa, untuk selalu memperhatikan plausabilitas atau kemasukakalan. Tetapi kemasukakalan dalam sebuah cerita tidak harus sesuai dengan kehidupan nyata manusia tetapi ia , masuk akal sesuai dengan cerita itu sendiri. Karena menciptakan dunianya sendiri, karya sastra tentu dapat dipahami berdasarkan apa yang ada atau secara eksplisit tertulis dalam teks tersebut. Karenanya, sebuah analisis intrinsik merupakan usaha mencoba memahami suatu karya sastra berdasarkan informasi-informasi yang dapat ditemukan di dalam karya sastra itu atau secara eksplisit terdapat dalam karya sastra.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebuah karya sastra baik yang berbentuk prosa maupun puisi selalu terbangun atas dua unsur, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Novel yang merupakan salah satu bentuk prosa juga terbangun atas dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Maksudnya tatkala seseorang membaca sebuah karya sastra baik prosa maupun puisi unsur-unsur tersebut akan dapat secara langsung ditemukan dalam karya tersebut. Yang termasuk unsur intrinsik karya sastra khususnya yang berbentuk prosa (cerpen ataupun novel) antara lain, judul, alur, penokohan, setting, sudut pandang atau point of view, tema, serta style bahasa.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sedangkan unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar sehingga ia tidak bisa ditemukan secara langsung oleh pembaca saat dia membaca karya tersebut. Yang termasuk unsur intrinsik karya sastra antara lain kehidupan sosial politik, tingkat pendidikan pengarang dan sebagainya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;III. Analisis Unsur-Unsur Intrinsik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;A. Judul &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Membeli Laki-laki karya Yoli Hemdi merupakan cerpen yang berhasil menjadi pemenang hadiah hiburan lomba penulisan cerpen yang diadakan oleh majalah Ummi. Pertama kali membaca judul cerpen ini, Membeli Laki-Laki barangkali bayangan yang tergambar pada diri kita adalah hal-hal yang tabu, yakni penjual-belian seorang laki-laki. Tetapi begitu menyimak dan menelusuri latar kejadian cerita di cerpen tersebut barulah kita mengetahui bahwa Membeli Laki-Laki adalah kata lain dari istilah adat Minangkabau, yaitu  uang jemputan yaitu sejumlah uang atau barang yang diserahkan kepada keluarga laki-laki. Sehingga judul cerpen ini sekaligus memberi gambaran cerita secara keseluruhan.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;B. Alur &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Alur adalah urutan atau rangkaian peristiwa dalam cerita. Urutan peristiwa dapat tersusun berdasarkan tiga hal, yaitu&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1. Berdasarkan urutan waktu terjadinya. Alur dengan susunan peristiwa berdasarkan kronologis kejadian disebut alur linear&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;2. Berdasarkan hubungan kausalnya/sebab akibat. Alur berdasarkan hubungan sebab-akibat disebut alur kausal.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;3. Berdasarkan tema cerita. Alur berdasarkan tema cerita disebut alur tematik. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Secara keseluruhan cerita dalam cerpen Membeli Laki-laki ini menggunakan alur lurus maju (progresif) atau linier. Kejadian atau peristiwa pertama dalam cerita merupakan peristiwa awal kejadian yang sebenarnya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1. Struktur Alur &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap karya sastra tentu saja mempunyai kekhususan rangkaian ceritanya. Namun demikian, ada beberapa unsur yang ditemukan pada hampir semua cerita. Unsur-unsur tersebut merupakan pola umum alur cerita. Pola umum alur cerita adalah&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1. Bagian awal yang meliputi&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• paparan (exposition)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• rangsangan (inciting moment)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• gawatan (rising action)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;2. Bagian tengah yang meliputi &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• tikaian (conflict)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• rumitan (complication)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• klimaks&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;3. Bagian akhir yang meliputi&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• leraian (falling action)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• selesaian (denouement) &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tetapi pemisahan atau pembagian bagian alur menjadi awal, tengah dan akhir tidak bisa kita pisahkan secara betul-betul terpisah. Artinya sebenarnya bagian akhir sebuah cerita itu merupakan bagian awal dari suatu cerita. Begitu pula, akhir dari bagian tengah cerita merupakan awal bagian akhir cerita. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kalau ditilik dari sistematika atau sruktur cerpen Membeli Laki-laki akan kita dapatkan adanya bagian awal, tengah dan bagian akhir. Meskipun demikian bagian-bagian itu tidak jelas terpisah. Ini disebabkan karena peristiwa-peristiwa dalam sebauh cerita selalu terjalin atas hubungan sebab akibat (kausalitas) yang di dunia nyata ia menjadi sunatullah, suatu peristiwa pasti selalu berakibat pada peristiwa lain dan akibat ini akan menjadi sebab yang lain dan begitu seterusnya. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karenanya tidak akan kita peroleh bagian yang benar-benar terpisah dengan bagian lain. Akhir dari bagian pendahuluan menjadi awal dari bagian tengah dan begitu pula akhir bagian tengah merupakan awal bagian penutup.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;a. Awal&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bagian awal Membeli Laki-laki digunakan oleh penulis untuk mengenalkan (paparan atau exposition) kepada pembaca pada tokoh-tokohnya, latar kehidupan serta tempat dimana para tokoh tersebut tinggal, bahkan gambaran tentang permasalahan (rangsangan atau inciting moment) yang dihadapi sang tokoh sudah bisa kita temukan dalam awal cerita ini.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Perkenalan pada tokoh diberikan oleh pengarang pada petikan berikut:&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Bagi perempuan seperti kita, menikah hanyalah mimpi yang mahal”&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Imai menancapkan tatapan heran ke arah Incim. Wanita lajang usia tiga puluh lima tahun itu tetap menekur.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;……………………………………………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Tapi aku dicintai Ramang”&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada penggalan kutipan tersebut selain kita sudah dikenalkan oleh penulis dengan nama-nama tokoh cerita, kita juga sudah diransang akan adanya permasalahan yang dihadapi tokoh-tokohnya (inciting moment). Hal ini bisa kita cermati dari  ucapan sang tokoh (Incim) sebagaimana tersebut di atas. Bahkan pada bagian awal  ini pula kita sudah merasakan adanya sesuatu yang gawat yang bakal menimpa tokoh utamanya (gawatan atau rising action). Hal itu juga bisa kita simak dari pembicaraan Incim dengan tokoh Imai selanjutnya:&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Cintamu hanya untuk hatinya tetapi jasad Ramang harus kaubeli pada keluarganya. Jika yang kauingin cinta maka kau telah mendapatkan jiwanya. Kalau mau menikahinya, kau harus  menukar batang tubuhnya dengan segunung uang” &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;b. Tengah&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sebagai yang sudah disebutkan di atas bahwa pemisahan plot atas awal dan tengah dan akhir tidak bisa benar – benar pisah tetapi bagian tengah cerita pada dasarnya akhir bagian awal dan seterusnya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada bagian tengah cerita kita dapatkan bahwa sang tokoh benar-benar mendapatkan masalah. Bahkan masalah tersebut telah menjadi konflik antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Kemenakanku orang terpandang, dia cadiak pandai, kalian harus membayar uang jemputan”.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sambil melintir kumis Pak Sati menyebut deretan angka yang membuat Amak berhenti bernafas. Uang sebanyak itu tak akan pernah terkumpulkan sampai kami mati bekerja di sawah. Jangankan mengumpulkan, menyebutkan saja betapa ngilu terasa dilidah………………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Sudahlah! Kalau tak sanggup carilah menantu di jalanan”. Dia melangkah pergi setelah melempar puntung rokok lewat jendela.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Konflik tersebut menjadi begitu rumit (komplikasi) karena ternyata Imai begitu mencintai Ramang dan ia tak mau dengan laki-laki lain.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Tenanglah kita akan coba lagi berutang. Nanti uangnya kita pakai untuk membayar uang jemputan laki-laki, tak usah yang mahal-mahal, ya!”. Amak membantu meniup-niup  mata Imai.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;” Tapi aku ingin Ramang”. Gadis itu merungut-rungut.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dan akhirnya komplikasi itu menjadi klimaks disaat Imai berusaha mengumpulkan uang dengan semangat dan bersungguh-sungguh dengan cara membuat celengan bambu tiba-tiba saja Pak Sati menyodorkan anak gadisnya untuk Ramang. Maka baralek gadang (kenduri besar) kontan membuat semangat hidup Imai patah.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;…………………………………………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Segala biaya kuliah Ramang ditanggung sang mamak.Cukup sebagai senjata Pak Sati menyodorkan anak gadisnya.Pesta besar segera digelar meriah membuat orang sekampung kurang tidur seminggu.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Baralek gadang kontan membuat semangat hidup Imai patah. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;c. Akhir&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada bagian akhir kita dapatkan kenyataan bahwa akhirnya tokoh utama, yakni Imai ngengleng atau gila. Penulis nampaknya ingin mengakhiri cerita dan permasalahan dengan cara yang mudah, yaitu dengan menjadikan sang tokoh utama gila. Maka selesailah semuanya. Tidak perlu memperpanjang masalah terhadap orang yang sudah gila. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ada ending yang terbuka bagi pembaca untuk menafsirkan kesudahan dari tokoh ceritanya. Apakah Imai  yang sudah gila akhirnya bisa sembuh atau ia akan menjadi wanita yang menjadi korban dari keangkuhan manusia yang menjadikan harta di atas segala-galanya. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;d. Plausabilitas, Suspense, Kebetulan&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Dalam membangun peristiwa-peristiwa cerita, ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan agar alur menjadi dinamis. Faktor-faktor penting tersebut adalah&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;a. faktor kemasukakalan (pausibility). Yaitu peristiwa-peristiwa cerita sebaiknya meyakinkan, tidak selalu realistik tetapi masuk akal. Penyelesaian masalah pada akhir cerita sesungguhnya sudah terkandung atau terbayang di dalam awal cerita dan terbayang pada saat titik klimaks.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;b. Faktor ketegangan (suspense). Yaitu peristiwa-peristiwa sebaiknya tidak dapat secara langsung ditebak/dikenali oleh pembaca.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;c. Faktor Kejutan (surprise). Yaitu peristiwa-peristiwa tidak diduga terjadi, secara kebetulan terjadi dan mengejutkan.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dari ketiga  faktor tersebut faktor keteganganlah yang paling dominan kita dapatkan. Sejak awal cerita kita dibuat tegang dengan masalah yang dihadapi Imai. Ketegangan itu sempat mengendor ketika kita mengetahui bahwa Imai tidak bertepuk sebelah tangan. Ramang ternyata memang juga mencintainya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ramang menyukaiku. Pesan inda ini disampaikan Buyung teman salapiak sakatidurannya di surau………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syukurlah Buyung setia menjadi perantara dua hati. Hingga akhirnya kami berani saling bertukar kata meski beberapa patah saja…………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ketika kita mendapatkan kenyataan itu kita berharap bahwa kekuatan cinta mereka akan mampu mengalahkan dan menghancurkan segala rintangan dalam cita-cita mereka berdua, yaitu menikah. Tetapi tiba tiba kita dikejutkan dengan kenyataan cerita  bahwa Pak Sati mempunyai anak gadis dan biaya kuliah Ramang selama ini emaknya-lah yang menanggungnya sehingga Ramang akhirnya tidak bisa menolak saat ia dinikahkan dengan anak gadis Pak Sati meski tanpa dasar cinta.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mamak Ramang tak mau menanti tabungan yang mustahil membumbung. Ramang dinikahkan dengan dengan Rahma, putri tunggal Pak Sati. Pernikahan yang jelas-jelas bukan atas nama cinta kecuali hutang budi.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kalau diperinci alur serpen tersebut kurang lebih begini:&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• Paparan/ Eksposisi  :  Digunakan penulis untuk memperkenalkan tokoh utamanya yakni Imai    &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;sekaligus permasalahan yang dihadapi&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• Konflik  :  Berupa konflik batin dan sosial yakni keinginan hati Imai yang begitu &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;besar ingin menikah dengan Ramang tetapi ia harus berhadapan dengan adat di daerahnya yang mengharuskan seorang wanita menyerahkan uang jemputan bagi keluarga laki-laki yang dicintainya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• Klimaks   : Terjadi saat Imai tahu  bahwa Ramang telah dinikahkan dengan Rahma&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• Anti Klimaks : Imai berperilaku yang tidak wajar yaitu menebang banyak pohon bambu &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;menganggap setiap daun bambu sebagai uang yang kemudian ia tabung di celengan bambu yang telah banyak dibuatnya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;• Ending  : Imai gila dan dipasung&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;C. Penokohan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kalau alur berbicara tentang peristiwa apa yang terjadi, tokoh dan penokohan berbicara tentang siapa yang mengalami peristiwa dan  bagaimana cara pengarang dalam menampilkan tokoh-tokohnya baik dari segi lahir maupun batinnya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam menggambarkan watak tokoh-tokohnya penulis menggunakan cara langsung dan tak langsung.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1. Incim&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dia adalah seorang wanita lajang yang sudah berusia tiga puluh liam. Seorang wanita yang mudah menyerah dengan keadaan. Hal ini tergambar dalam percakapannya dengan Imai.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Bagi perempuan seperti kita, menikah hanyalah mimpi yang mahal”&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Imai menancapkan tatapan heran ke arah Incim. Wanita lajang usia tiga puluh lima tahun itu tetap menekur.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;2. Imai&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kebalikan dengan Incim Imai adalah sosok wanita yang pantang menyerah. Meskipun di mata Incim mustahil ia bisa menikah dengan Ramang tetapi ia tidak menyerah begitu saja, ia berusaha dan berusaha.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semestinya bukan aku yang memikirkan uang jemputan. Tapi mamakku sulit diharapkan. Ia hanya penjaja ikan keliling kampung……………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;……………………………………………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Amak menyetujuinya. Gadis itu menggantung celengan di kamar. Tiap punya uang diselipkan recehan, ribuan atau seberapa pun. Sejak itu ia lebih  bersemangat bekerja di sawah, membersihkan ladang, atau menokok kerupuk Banguak………...&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Meskipun ia seorang yang pantang menyerah tetapi ia juga seorang wanita yang nrimo dan tidak banyak menuntut, kesan watak itu bisa kita simak dari percakapan batinnya: &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;‘Semakin sedikit keinginan akan semakin besar kebahagiaan. Itu pesan Amak yang kusimpan rapat-rapat di peti hati. Sebab itu pula aku tak pernah meminta, merengek apatah lagi mengeluh.’&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;3. Amak&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Amak adalah gambaran orang tua yang pasrah dengan keadaan tetapi penuh kasih sayang terhadap anaknya. Watak itu  bisa kita lihat dari percakapannya dengan Imai, anaknya:&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; “Tenanglah kita akan coba lagi berutang.Nanti uangnya kita pakai untuk membayar uang jemputan laki-laki, tak usah yang mahal-mahal, ya!”. Amak membantu meniup-niup  mata Imai.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;4. Ramang&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tokoh ini mempunyai watak yang saleh, rajin mengisi pengajian dan juga seorang sarjana, hal ini diungkapkan oleh pengarang melalui tokoh Imai.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;……………………………………………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ramang itu seorang pemuda yang  baik juga saleh. Dia rajin ke surau mengumandangkan adzan, jadi imam kemudian mengajari anak-anak mengaji atau memberi pengajian rutin untuk bapak-bapak dan ibu-ibu.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ramang menyukaiku………………………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;……………………………………………………………………………………Ramang pintar, dia sarjana. ………………………………………………...……&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;5. Pak Sati&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Seorang yang menganggap uang segala-galanya. Dia juga seorang yang angkuh dan sombong. Kesan watak itu bisa dicermati dari sikap pembicaraannya dengan Amak Imai.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Kemenakanku orang terpandang, dia cantik pandai, kalian harus membayar uang jemputan”.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sambil melintir kumis , pak Sati  menyebut deretan angka yang membuat Amak berhenti bernapas…..&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Coba kalian bayangkan berapa uang kami pakai hingga sekarang Ramang menjadi pemuda terpandang. Tak mungkinlah kalian ambil begitu saja. Tukang panjat kelapa saja harus pakai uang jemputan. Padahal dia tak sekolah dan hanya berkawan dengan monyet”…&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Bahkan ia membeli Ramang yang kemudian dinikahkan dengan putri tunggalnya Rahma, meski tidak dengan dasar cinta.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;…. Mamak Ramang tak mau menanti tabungan yang mustahil membumbung. Ramang dinikahkan dengan Rahma, putri tunggal Pak Sati.Pernikahan yang jelas-jelas bukn atas nama cinta kecuali hutang budi. Segala biaya kuliah Ramang ditanggung sang mamak. Cukup sebagai senjata pak Sati untuk menyodorkan anak gadisnya ….&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dari uraian tentang penokohan tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa dalam menggambarkan watak tokoh-tokohnya penulis lebih banyak menggunakan dengan metode tidak langsung atau dramatik. Adapun cara yang digunakan adalah dengan :&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;a. Percakapan batin tokoh-tokohnya (solilukui)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;b. Tanggapan tokoh terhadap tokoh lain &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;c. Percakapan antar tokoh-tokohnya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;D. Setting atau Latar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Latar dibedakan menjadi dua, yaitu&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1.  Latar fisik/material. Latar fisik adalah tempat dalam ujud fisiknya (dapat dipahami melalui panca indra).Latar fisik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;a. Latar netral, yaitu latar fisik yang tidak mementingkan kekhususan waktu dan tempat.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;b. Latar spiritual, yaitu latar fisik yang menimbulkan dugaan atau asosiasi pemikiran tertentu.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;2. Latar sosial. Latar sosial mencakup penggambaran keadaan masyarakat, kelompok sosial dan sikap, adat kebiasaan, cara hidup, bahasa, dan lain-lain.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Peristiwa dala cerpen ini berseting tempat di sebuah desa di daerah Minangkabau. Ini bisa kita lihat dari petikan berikut:&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pertarungan lumpur dari pagi hingga sore baru saja usai. Dua wanita baru saja menapaki pematang senja, mengukur hidup pendek dengan mengais upah di sawah.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sedangkan untuk daerah Minangkabau bisa kita simak dari istilah-istilah yang muncul pada cerpen ini, seperti uang jemputan, suntiang, jolang gadang , baralek gadang dan sebagainya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Baralek gadang kontan membuat semangat hidup Imai patah……………… ……………………………………………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam menggambarkan latarnya apalagi latar fisiknya, pengarang berusaha mengaitkannya dengan suasana cerita dan keadaan tokoh-tokohnya. Sehingga latar fisik yang digunakan selalu menimbulkan dugaan atau asosiasi pemikiran tertentu dan menimbulkan daya bayang tentang suasana cerita.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;E. Sudut Pandang Penceritaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam menceritakan ceritanya terkadang penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga tetapi kadang-kadang meloncat ke orang pertama. Perubahan sudut pandang penceritaan ini bisa kita simak dari penggalan-penggalan berikut:&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Bagi perempuan-perempuan seperti kita, menikah hanyalah mimpi yang mahal”.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Imai menancapkan tatapan heran ke arah Incim Ida…..(sudut pandang orang ketiga yang berada di awal cerita)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semakin sedikit keinginan akan semakin besar kebahagiaan. Itu pesan Aman yang kusimpan rapat-rapat di peti hati. Sebab itu pula aku tak pernah meminta, merengek apatah lagi mengeluh….(sudut pandang orang pertama)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hingga suatu ketika aku punya satu keinginan saja. Rasa ingin yang meletup-letup dari lubuk terdalam di bilik hati. Keinginan yang membuatku bingung mengerjakan hal paling sepele sekalipun.Ya. Aku ingin punya suami. (sudut pandang orang pertama)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Ingatan Imai menembus ruang dan waktu. Sejumpun harapan meronta-ronta tentang sebidang hati yang tak terbentuk. Ramang itu seorang pemuda yang baik dan saleh. Dia rajin ke surau mengumandangkan adzan, jadi imam kemudian mengajari anak – anak mengaji atau memberi pengajian rutin untuk bapak-bapak dan ibu-ibu… (sudut pandang orang ketiga)&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Nampak sekali adanya pergantian sudut pandang penceritaan bahkan telah terjadi loncatan sudut pandang, yakni dari sudut pandang orang pertama menjadi sudut pandang orang ketiga.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sudut pandang orang pertama biasanya digunakan oleh penulis untuk memberi kebebasan tokoh untuk bersolilukui, mengadakan percakapan batin sehingga dari sana seolah penulis ingin memberikan gambaran watak dari tokoh Imai, yang menjadi tokoh sentral dan utama cerpen tersebut.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;F. Style Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Karya sastra adalah sebuah karya seni yang unsur estetiknya menonjol. Keestetikan karya sastra tidak saja bisa dilihat dari pola dia ditutrkan oleh pengarangnya tetapi juga tampilan bahasa yang digunakan. Di sinilah kemampuan memilih dan menggunakan bahasa sang pengarang diuji.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dalam cerpen Membeli Laki-Laki ini kita akan dapatkan penggunaan gaya bahasa yang cukup bervariasi. Gaya bahasa yangdapat kita temukan antara lain:&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1. Personifikasi yaitu suatu gaya bahasa yang menganggap benda-benda mati berulah seperti manusia.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pertarungan lumpur dari pagi hingga sore baru saja usai. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;………..desis Imai mengusir bayang-bayang hitam yang menyergap batinnya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; 2. Metafora yaitu gaya bahasa yang mengatakan atau melukiskan sesuatu dengan &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;membandingkan sesuatu yang lain. Hal itu bisa kita simak dari kutipan berikut:&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;……………………………………………………………………………………&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Sama seperti gelombang rasa yang meledak di jantungku.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;F. Tema dan Amanat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cerita yang berlatar di Minangkabau ini memberikan pelajaran pada kita bahwa tatkala manusia menjadikan uang segala-galanya akan berakibat hilangnya rasa kemanusiaan manusia. Ini terwakili oleh sikap Pak Sati tatkala ia menolak bermenantu Imai yang miskin sekalipun sudah terjalin hubungan cinta di antara keduanya.&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Sudahlah! Kalau tak sanggup, carilah menantu di jalanan”. Dia melangkah pergi setelah melempar puntung rokok lewat jendela. &lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Juga dari kata-katanya;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;“Coba kalian bayangkan berapa uang kami pakai hingga sekarang Ramang menjadi pemuda terpandang. Tak mungkinlah kalian ambil begitu saja. Tukang panjat kelapa saja harus pakai uang jemputan. Padahal dia tak sekolah dan hanya berkawan dengan monyet”…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-3541773363698157390?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/3541773363698157390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/analisis-unsur-unsur-intrinsik-cerpen.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/3541773363698157390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/3541773363698157390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/analisis-unsur-unsur-intrinsik-cerpen.html' title='Analisis Unsur-Unsur Intrinsik Cerpen'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-916337277767193173.post-619003373216521815</id><published>2009-07-10T00:50:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T00:52:47.406-07:00</updated><title type='text'>Balaslah Kejahatan yang Menimpamu dengan Kasih Sayang  (sebuah analisis makna sebuah puisi)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dengan Kasih Sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kasih sayang &lt;br /&gt;kita simpan bedil dan kelewang&lt;br /&gt;Punahlah gairah pada darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan!&lt;br /&gt;Jangan dibunuh para lintah darat&lt;br /&gt;ciumlah mesra anak jadah tak berayah&lt;br /&gt;dan sumbatkan jarimu pada mulut peletupan&lt;br /&gt;kerna darah para bajak dan perompak&lt;br /&gt;akan mudah mendidih oleh pelor&lt;br /&gt;mereka bukan tapir atau badak&lt;br /&gt;hatinya pun berusan dengan cinta kasih&lt;br /&gt;seperti jendela terbuka bagi angin sejuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang sering kehabisan cinta untuk mereka&lt;br /&gt;cuma membenci  yang nampak rompak&lt;br /&gt;Hati tak bisa berpelukan dengan hati mereka&lt;br /&gt;Terlampau terbatas pada lahiriah masing pihak&lt;br /&gt;Lahiriah yang terlalu banyak meminta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap sajak yang paling utopis&lt;br /&gt;bacalah dengan senyuman yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dibenci kaum pembunuh&lt;br /&gt;Jangan dibiarkan anak bayi mati sendiri&lt;br /&gt;Kere-kere jangan mengemis lagi.&lt;br /&gt;Dan terhadap penjahat yang paling laknat&lt;br /&gt;pandanglah dengan hati yang jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puisi ini Rendra ingin mengajak kita berubah sikap. Sikap terhadap manusia yang barangkali sering melakukan dosa dan bahkan menimpakan kesulitan pada orang lain. Dia mengajak kita berpikir dan merenung bahwa sejahat apapun manusia mereka tetap manusia bukan binatang. Mereka tetap manusia yang masih mempunyai hati dan rasa. Rasa itu adalah rasa kasih sayang yang  sebenarnya merupakan fitrah manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyair bertutur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka bukan tapir atau badak&lt;br /&gt;hatinya pun berurusan dengan cinta kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ternyata kita manusia masih banyak yang hanya melihat lahir seseorang bahkan selalu menghukumi dari lahirih saja, tidak berusaha menghadirkan rasa cinta dan kasih atau melihat bahwa kejahatan terkadang bisa diluluhkan dengan kelemah-lembutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang sering kehabisan cinta untuk mereka&lt;br /&gt;cuma membenci  yang nampak rompak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tatkala seseorang hanya melihat yang lahir, maka sebenarnya manusia akan selalu menuntut dan menuntut karena memang norma nilai jika dilihat dari lahiriah saja akan selalu berubah. Seorang penjahat bisa saja berpenampilan rapi dan baik sehingga kesan jahat menjadi tidak tampak. Atau sebaliknya seorang yang baik tetapi karena sesuatu hal ia hanya bisa berpenampilan seadanya bisa saja ia dianggap oleh orang lain tidak baik karena penampilannya. Karena manusia selalu mematok nilai kebaikan seseorang dari lahiriahnya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlampau terbatas pada lahiriah masing pihak&lt;br /&gt;Lahiriah yang terlalu banyak meminta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi diksi (pilihan kata) penyair benar-benar berhasil mengoptimalkan makna kata yang dipilhnya. Kata bedil dan kelewang memberi nuangsa akan suatu alat yang digunakan dalam  tindak kejahatan yang selalu menumpahkan darah. Sehingga agar kedua sarana ini tidak menumpahan darah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita simpan bedil dan kelewang&lt;br /&gt;Punahlah gairah pada darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya penyair minta dengan sangat agar kata-katanya direnung dan didengarkan dengan menghilangkan prasangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap sajak yang paling utopis&lt;br /&gt;bacalah dengan senyuman yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puisi ini kesan ajakan untuk bersikap arif terhadap manusia jahat dan terlaknat bisa kita rasakan dengan dimunculkannya kata-kata yang secara diametral berlawanan, yaitu antara kejahatan dan kasih sayang, kata kata tersebut adalah bedil, keliwang, lintah darat, bajak, perampok, pembunuh, penjahat yang kesemuanya dipertentangkan dengan kasih sayang, cinta kasih, angin sejuk, senyuman sabar, hati, jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dari itu semua pesan atau amanat yang bisa kita tangkap dari puisi ini adalah hadapilah setiap kejahatan dengan kasih sayang, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Falsafah hidup  mengatakan kalau ditampar pipi kananmu berikan pipi kirimu. Sementara dalam ajaran Islam dibolehkannya pembunuh di qishash (dijatuhi hukuman yang serupa atau ganti dibunuh) tetapi yang paling utama ketika keluarga yang anggotanya dibunuh mau memaafkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/916337277767193173-619003373216521815?l=bahterasia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bahterasia.blogspot.com/feeds/619003373216521815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/balaslah-kejahatan-yang-menimpamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/619003373216521815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/916337277767193173/posts/default/619003373216521815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bahterasia.blogspot.com/2009/07/balaslah-kejahatan-yang-menimpamu.html' title='Balaslah Kejahatan yang Menimpamu dengan Kasih Sayang  (sebuah analisis makna sebuah puisi)'/><author><name>bahterasia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17781304108399444915</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Y6gZLAp462o/SyLW9im81GI/AAAAAAAAAIg/wDeztsFVebY/S220/potoku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
